Punya Pengalaman Selamat dari Degradasi, Alberto Goncalves Siap Bantu PSIS Semarang
Alberto Goncalves memiliki keyakinan yang kuat berkat pengalaman panjangnya di dunia sepak bola Indonesia.
Striker naturalisasi asal Brasil, Alberto Goncalves, sangat percaya diri bahwa ia dapat membantu PSIS Semarang terhindar dari ancaman degradasi di Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Keyakinan ini muncul berkat pengalaman panjang yang dimilikinya selama berkarier di Indonesia. Pemain yang akrab disapa Beto ini telah berkiprah sejak tahun 2008, ketika ia bergabung dengan Persijap Jepara.
Sejak saat itu, Beto telah memperkuat banyak klub, dan salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya adalah saat bermain untuk Sriwijaya FC dari tahun 2016 hingga 2019.
Pada musim terakhirnya bersama Laskar Wong Kito, Beto mengalami situasi yang sangat menyedihkan. Setelah bersaing di putaran pertama, timnya justru terdegradasi di akhir musim.
"Sebetulnya, itu adalah hal yang biasa di sepak bola Indonesia. Mungkin kalau kalian ingat, saya pernah mengalami momen yang cukup unik bersama Sriwijaya FC pada 2018," ungkap Beto saat dihubungi Bola.com.
"Ketika itu, saat putaran pertama selesai, kami bisa menduduki peringkat kedua klasemen. Sedangkan ketika putaran kedua berakhir, kami malah terdegradasi ketika musim sudah selesai," tambah Alberto Goncalves menjelaskan pengalamannya yang penuh liku.
Pada putaran kedua, Sriwijaya FC mengalami kehilangan beberapa pemain kunci seperti Hamka Hamzah, Alfin Tuasalamony, Mahamadou N'Diaye, Novan Setya, Makan Konate, Rahmad Hidayat, Patrich Wanggai, dan Adam Alis.
Krisis finansial yang melanda Sriwijaya FC pada saat itu menyebabkan mereka menunggak gaji, yang berujung pada keputusan pemain untuk meninggalkan klub.
Beto menjelaskan bahwa, "Karena, saat itu semuanya berubah. Berubah karena apa? Bubar. Ada banyak pemain yang pergi. Memang ada yang masuk, tetapi lebih banyak yang pergi."
Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengalamannya, putaran kedua Liga Indonesia merupakan kompetisi yang baru.
Setelah Sriwijaya FC terdegradasi, striker yang telah mencetak 10 gol dari 12 caps bersama Timnas Indonesia itu memilih untuk meninggalkan klub. Dia kemudian bergabung dengan Madura United, yang merupakan tim baru yang menampungnya.
Keputusan tersebut diambil sebagai langkah untuk melanjutkan kariernya di liga yang lebih stabil dan menjanjikan. Situasi yang dihadapi Sriwijaya FC menjadi pelajaran berharga bagi para pemain dan manajemen mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dalam sebuah klub sepak bola.
Optimistis Bersama PSIS
Menurut Beto, berdasarkan pengalamannya, PSIS Semarang memiliki peluang besar untuk terhindar dari degradasi. Keyakinan ini muncul karena adanya sejumlah pemain baru yang direkrut oleh Mahesa Jenar.
"Jadi, semua masih bisa berubah. Apalagi, PSIS Semarang kedatangan banyak pemain baru untuk membantu. Jadi, kami punya kesempatan untuk mengubah situasi PSIS Semarang," ungkap Alberto Goncalves.
Sejauh ini, beberapa pemain baru telah bergabung dengan tim. Selain Beto, terdapat dua pemain naturalisasi lainnya yang resmi menjadi bagian dari tim, yaitu Esteban Vizcarra dan Otavio Dutra, belum termasuk lima pemain lokal yang juga bergabung.
Dengan kehadiran para pemain ini, Beto merasa optimis bahwa mereka akan bekerja keras untuk membantu tim yang dilatih oleh Jafri Sastra agar dapat bersaing kembali di Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026.
"Kita tidak perlu memiliki beban, karena pemain-pemain yang akan datang ke PSIS, saya pikir, akan membantu. Ini bakal menjadi tantangan kami untuk mengeluarkan PSIS dari situasi yang buruk," tambahnya.
Kompetisi Masih Panjang
Aspek lain yang turut meningkatkan harapan Beto dalam upayanya menyelamatkan PSIS adalah panjangnya kompetisi yang masih tersisa. Terdapat putaran kedua dan ketiga yang memberikan kesempatan untuk mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
"Jadi, saya sangat yakin karena selama berkarier di Indonesia saya sudah melewati banyak tantangan. Dan Puji Tuhan saya bisa membantu tim di mana pun saya bermain," kata striker yang sebelumnya membela Persela Lamongan tersebut.
Lebih lanjut, Beto menegaskan, "Dan kali ini pun tidak berbeda. Saya bermain di sini untuk bekerja untuk mengeluarkan PSIS dari situasi yang buruk. Saya optimistis karena masih ada banyak pertandingan yang akan kami lewati."
"Pada putaran kedua ini masih ada beberapa laga. Selain itu, masih ada juga putaran ketiga. Jadi, kami masih punya banyak kesempatan untuk menjauh dari situasi ini," ungkap eks pemain Persipura Jayapura tersebut.