Luis Enrique Pecahkan Rekor Luar Biasa Milik Pep Guardiola di Liga Champions
Pelatih PSG, Luis Enrique, tidak hanya memimpin timnya meraih kemenangan dramatis kontra Bayern Munchen, tetapi juga menunjukkan strategi yang brilian.
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, tidak hanya berhasil membawa timnya meraih kemenangan dramatis 5-4 atas Bayern Munchen dalam leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB. Ia juga mencatatkan namanya dalam sejarah dengan memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Pep Guardiola, pelatih Manchester City.
Para penggemar PSG kini merasa optimistis kemenangan ini adalah langkah awal menuju final di Budapest untuk mempertahankan gelar juara. Pertandingan antara kedua tim tersebut menyuguhkan salah satu momen paling berkesan dalam sejarah kompetisi di fase ini. Dua gol dari Khvicha Kvaratskhelia dan Ousmane Dembele, ditambah satu gol dari Joao Neves, cukup untuk membawa tuan rumah meraih keunggulan menjelang leg kedua.
Sementara itu, Vincent Kompany, pelatih Bayern Munchen, berusaha untuk melihat sisi positif dari hasil ini. Ia menyadari bahwa masih ada peluang untuk melaju ke babak selanjutnya berkat gol-gol dari Harry Kane, Michael Olise, Dayot Upamecano, dan Luis Diaz yang memberikan harapan di laga kandang mendatang.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Enrique di Liga Champions, karena ia berhasil melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh mantan rekan setimnya di Barcelona, Pep Guardiola.
Rekor Baru
Menurut data Opta, Enrique kini menjadi manajer tercepat yang mencapai 50 kemenangan dalam sejarah Liga Champions, hanya dalam 77 pertandingan selama melatih Barcelona dan PSG. Dengan pencapaian ini, ia merebut rekor tersebut dari sahabatnya, Guardiola, yang sebelumnya meraih kemenangan ke-50 pada pertandingan ke-80 saat Bayern Munchen mengalahkan Dinamo Zagreb 2-0 pada Desember 2015.
Pelatih asal Spanyol tersebut memiliki karier yang gemilang di Liga Champions dengan koleksi dua gelar juara, yakni pada tahun 2015 bersama Barcelona dan tahun 2025 bersama PSG.
Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan luar biasa Enrique dalam mengelola tim dan strategi permainan yang efektif di pentas Eropa, menjadikannya salah satu pelatih terkemuka di dunia saat ini.
Persaingan 2 Pelatih asal Spanyol
Guardiola memiliki prestasi yang mengesankan dengan berhasil meraih tiga trofi Liga Champions, dua di antaranya diraih saat melatih Barcelona dan satu lagi bersama Manchester City.
Meskipun mereka adalah teman dekat, ada kemungkinan rivalitas kecil mulai berkembang di antara keduanya, terutama dalam usaha untuk saling mengungguli dalam hal pencapaian dan trofi yang diraih.
Selama ini, Enrique sering kali terlihat berada di bawah bayang-bayang Guardiola sebagai pelatih, mengingat keduanya berasal dari aliran manajemen Johan Cruyff. Namun, dengan skuad PSG yang kini ia latih, Enrique tampaknya mulai menonjol dan keluar dari bayang-bayang Guardiola, yang ditunjukkan dengan rekor Liga Champions yang baru saja ia capai.
Sumber: ESPN