Hamza Abdelkarim, Striker Belia yang Dijuluki Erling Haaland dari Mesir Diisukan Gabung Barcelona
Hamza Abdelkarim merupakan salah satu bintang muda paling menjanjikan di dunia sepak bola Afrika.
Hamza Abdelkarim merupakan salah satu bintang muda paling menjanjikan dalam dunia sepak bola Afrika. Di usia 17 tahun, ia sudah memperkuat klub besar Mesir, Al-Ahly. Kini, Hamza yang berposisi sebagai striker dan dijuluki "Erling Haaland dari Mesir" menjadi incaran banyak klub di Eropa.
Menjelang musim 2025/2026, Bayern Munich menunjukkan ketertarikan yang besar terhadapnya. Selain itu, klub-klub seperti Olympique Lyon, AC Milan, dan yang terbaru, Barcelona, juga berusaha untuk merekrut Hamza Abdelkarim.
Barcelona telah mengajukan tawaran awal yang berupa skema pinjaman untuk mendapatkan Hamza, namun manajemen Al-Ahly menolak tawaran tersebut.
"Barcelona kemudian mengajukan tawaran yang lebih baik berupa pinjaman gratis dan opsi pembelian seharga 1 juta euro ditambah 3 juta euro dalam bentuk bonus dan klausul penjualan kembali," ungkap Osama Rakha, Data Scout Transfermarkt Mesir. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya Barcelona dalam usaha mereka untuk mendapatkan talenta muda ini.
Biaya Mahar 8 Juta Euro
Menurut informasi yang beredar di Transfermarkt, Barcelona masih menjadi tim unggulan untuk merekrut striker berbakat tersebut. Laporan terbaru dari ahli transfer, Fabrizio Romano, mengungkapkan bahwa Abdelkarim sangat ingin bergabung dengan Barcelona.
Namun, Barcelona belum memenuhi permintaan harga yang diajukan oleh Al-Ahly. Permasalahan utama terletak pada biaya transfer, di mana Al-Ahly menginginkan 8 juta euro untuk pemain muda mereka. "Al-Ahly menganggap pemain itu sebagai permata dan tidak akan melepaskannya begitu saja," ujar Osama Rakha.
"Selain itu, klub tersebut telah menjual Wessam Abou Ali ke Columbus Crew di awal musim ini, yang merupakan penjualan terbesar kedua dalam sejarah liga," tambahnya.
Erling Haaland versi Mesir
Hamza Abdelkarim, seorang penyerang berusia 17 tahun, mencatatkan sejarah sebagai pemain termuda keempat Mesir yang berpartisipasi dalam Liga Champions Afrika saat ia melakukan debut untuk Al-Ahly pada bulan November.
Dalam pertandingan tersebut, ia masuk sebagai pemain pengganti dan membantu tim meraih kemenangan 4-1 atas JS Kabylie. Walaupun belum bermain di Liga Mesir musim ini, Abdelkarim sebelumnya sudah melakukan debutnya tahun lalu melawan Petrojet, menjadikannya sebagai pemain termuda keempat dalam sejarah klub, dan yang termuda sejak Ramadan Sobhi melakukannya pada tahun 2014.
Abdelkarim juga menunjukkan performa yang menjanjikan di level tim muda Mesir. Dalam ajang Piala Afrika U-17, ia berhasil mencetak tiga gol dan satu assist dari empat penampilan, yang membantu timnya lolos ke Piala Dunia U-17.
Di putaran final Piala Dunia U-17, ia kembali tampil gemilang dengan mencetak dua gol dalam empat pertandingan. Penampilan impresifnya di Piala Dunia tersebut menarik perhatian klub-klub besar, termasuk Barcelona.
Mengenai gaya bermain sosok Hamza, Rakha menjelaskan, "Dari segi gaya bermain, Hamza adalah striker modern. Dia ikut serta dalam membangun serangan dan suka bergabung dengan lini tengah atau melebar untuk membuka ruang bagi pemain lain."
Rakha menambahkan, "Dia suka menciptakan peluang bagi pemain lain. Namun, aset terbesarnya adalah kemampuannya dalam duel udara. Dia sangat bagus dalam duel udara, dan jika dia mencapai potensi penuhnya, dia bisa menjadi Erling Haaland versi Mesir," pungkasnya.
Sumber: Transfermarkt