Fight Night 89 One Pride MMA, Duel Sengit Live di Vidio
Acara One Pride MMA Fight Night 89 berlangsung pada Sabtu, 10 April 2026, pukul 20.35 WIB. Live pay-per-view di Vidio.
One Pride MMA kembali menghadirkan event terbaru yang bertajuk Fight Night 89, yang akan menyuguhkan pertarungan seru di dalam oktagon. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/4/2026) pukul 20.35 WIB dan dapat disaksikan secara pay-per-view melalui Vidio. Salah satu duel yang paling menarik perhatian adalah perebutan gelar di kelas lightweight antara Ronald Mastrana Siahaan dan Windri Patilima. Pertarungan ini diperkirakan akan berlangsung dengan intens, mengingat kedua petarung memiliki rekam jejak yang mengesankan di dunia MMA Indonesia.
Ronald tampil sebagai juara bertahan dengan catatan delapan kemenangan dan dua kekalahan tanpa hasil imbang. Petarung yang berasal dari Bogor ini dikenal dengan julukan "The Kick of Death" berkat gaya bertarungnya yang agresif serta kemampuan striking yang sangat mematikan. Selain itu, Ronald juga dikenal memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pertarungan dengan cepat melalui KO, TKO, maupun submission. Ia telah melakukan persiapan yang matang untuk mempertahankan sabuk juara dan menegaskan posisinya sebagai penguasa di divisi lightweight.
Pertarungan Kelas Hystrike
Di sisi lain, Windri Patilima muncul sebagai lawan dengan catatan sebelas kemenangan dan dua kekalahan. Dia dikenal sebagai petarung yang berpengalaman, memiliki daya tahan yang tinggi, serta kemampuan bertarung yang sangat baik. Sebelumnya, Windri berkompetisi di kelas welterweight, tetapi ia memilih untuk turun ke kelas lightweight demi mengejar gelar juara. Perubahan divisi ini menjadi salah satu keunggulan yang ia bawa dalam pertarungan penting ini.
Selain itu, Fight Night 89 juga akan menyuguhkan nuansa baru melalui pertarungan di kelas Hystrike. Salah satu laga yang menarik perhatian adalah pertarungan antara Pinter Berantem melawan Preman Pensiun, yang diprediksi akan berlangsung seru dan menegangkan.
Konsep Berbeda
Format Hystrike memperkenalkan konsep yang berbeda dengan menggabungkan karakteristik unik dari latar belakang yang saling bertentangan. Kehadiran kategori ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik bagi penonton. "Fight Night 89 ini bukan cuma soal pertandingan, tapi juga jadi ajang pembuktian buat para petarung terbaik Indonesia. Antusiasmenya juga terasa sekali, apalagi untuk laga Ronald lawan Windri yang memang sudah ditunggu-tunggu," ujar COO One Pride, Suwardi.
Selanjutnya, "Kami juga coba hadirkan sesuatu yang baru lewat Hystrike supaya penonton dapat pengalaman yang lebih segar. Harapannya, event ini bisa terus mendorong perkembangan MMA Indonesia dan bikin kita makin diperhitungkan, bukan cuma di dalam negeri tapi juga di level internasional," jelasnya. Dengan demikian, diharapkan bahwa Format Hystrike akan menjadi langkah positif dalam memajukan olahraga MMA di Indonesia, memberikan pengalaman yang menarik bagi para penggemar dan meningkatkan kualitas pertandingan di arena internasional.
12 Laga
Dari total 12 pertandingan yang direncanakan, lima di antaranya akan ditampilkan dalam siaran utama yang hanya dapat diakses melalui layanan pay-per-view. Sementara itu, tujuh pertandingan lainnya dapat disaksikan secara langsung di kanal YouTube resmi One Pride MMA mulai pukul 17.00 WIB. "One Pride MMA konsisten menghadirkan semangat kompetisi tinggi dari para petarung terbaik Tanah Air," imbuh Managing Director Vidio, Hermawan Sutanto. "Melalui Fight Night 89, Vidio tentu menyuguhkan pertarungan berkualitas, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi MMA Indonesia untuk dikenal di kancah global. Kehadiran One Pride turut memperkuat posisi Vidio sebagai Home of Sports dengan ragam tayangan olahraga unggulan," tutur Hermawan Sutanto.
Road to UFC
Persaingan dalam program One Pride Physical semakin menarik perhatian masyarakat. Sampai dengan episode keempat, Tim Merah yang dipimpin oleh Ronald dan Tim Biru yang dipimpin oleh Windri masing-masing telah meraih dua kemenangan, sehingga skor saat ini adalah imbang 2-2. Penentuan juara akan dilakukan melalui tantangan terakhir yang diberi nama Battle Ropes. Hasil dari tantangan ini akan menjadi penentu sebelum kedua tim bersiap untuk bertarung di atas oktagon.
Selain itu, ada kabar baik mengenai perkembangan atlet Indonesia di kancah internasional melalui program UFC Performance Institute. Yudi Cahyadi telah terpilih untuk mengikuti Road to UFC sebagai bagian dari proses pengembangan atlet menuju level global. Partisipasi Yudi dalam program ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas petarung asal Indonesia. Hal ini juga membuka peluang yang lebih besar bagi atlet dari Tanah Air untuk bersaing di arena MMA dunia.