LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLASPORT

Cesc Fabregas: Como Belum Setara Inter Milan, tetapi Sudah Dekat Kok

Como 1907 gagal mempertahankan keunggulan 2-0 dan akhirnya kalah 2-3 dari Inter Milan dalam leg kedua semifinal Coppa Italia 2026 yang berlangsung di San Siro.

Rabu, 22 Apr 2026 11:30:50
como 1907
Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP) ((Piero CRUCIATTI / AFP))
Advertisement

Como 1907 mengalami kekecewaan setelah kehilangan keunggulan 2-0 dan akhirnya kalah 2-3 dari Inter Milan dalam leg kedua semifinal Coppa Italia 2026 di San Siro, pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Dengan hasil leg pertama yang berakhir imbang 0-0, Como harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi ini dengan kekalahan 2-3.

Setelah pertandingan, pelatih Como, Cesc Fabregas, mengungkapkan bahwa timnya belum berada di level yang sama dengan Inter, meskipun mereka sudah menunjukkan kemajuan.

Como 1907 pernah mengalami kebangkrutan pada tahun 2017 dan baru kembali bermain di Serie C hingga tahun 2021. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka adalah mencapai semifinal Coppa Italia pada tahun 1986.

“Pertandingan berubah setelah gol menjadi 2-1, tetapi sebelum itu kami punya peluang melalui Diao untuk unggul 3-1 saat situasi satu lawan satu, dan itu bisa saja mengubah arah pertandingan,” ujar Fabregas kepada Sport Mediaset, seperti yang dilansir oleh Football Italia.

Advertisement

“Saya tahu dari mana kami memulai perjalanan ini dua setengah tahun lalu, sekarang kami bersaing untuk masuk final Coppa Italia, dan kami hampir mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa minggu. Semua ini sangat bagus, tetapi saya tahu asal kami.”

"Saya tahu para pemain ini akan memberikan performa hebat setelah kekalahan hari Jumat dari Sassuolo, dan mereka melakukannya. Kami masih kekurangan sesuatu, tapi itu memang sudah kami sadari," imbuh Fabregas.

Advertisement

Dengan pernyataan ini, Fabregas menunjukkan harapan dan keyakinan bahwa timnya akan terus berjuang meskipun menghadapi tantangan yang berat.

Inter Milan Lawan yang Tangguh

Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP) (Piero CRUCIATTI / AFP)

Fabregas menilai bahwa Inter Milan adalah lawan yang sangat tangguh, mengingat tim tersebut dihuni oleh pemain-pemain berpengalaman yang telah bersama selama enam hingga tujuh tahun.

"Jadi mungkin bukan lebih mudah, tetapi jelas lebih mungkin untuk memenangkan Scudetto dengan skuad seperti itu," ungkap Fabregas saat membahas kekuatan Inter Milan.

"Mereka musim lalu bermain di final Liga Champions, mereka adalah tim pemenang. Kami harus melanjutkan perjalanan kami, penting bagi saya untuk melihat posisi kami sekarang." F

abregas kemudian membuat pengakuan. "Apakah kami berada di level yang sama dengan Inter? Tidak, tetapi kami sudah dekat. Kami hanya belum cukup kuat di dua kotak penalti," jelas mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu.

Kurang Pengalaman

Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP) (Piero CRUCIATTI / AFP)

Perjalanan Como di musim ini tampaknya terhambat oleh kurangnya pengalaman dan mental juara. Meskipun dalam dua pertemuan melawan Inter bulan ini mereka sempat menguasai permainan, namun mereka gagal untuk mempertahankannya.

"Kami menghadapi tim elite, jadi mereka pantas mendapat pujian karena membuat kami kesulitan. Kami juga sedikit kekurangan hari ini, Vojvoda absen, Diao hanya bisa bermain sekitar 20 menit. Saya tidak bisa memastikan apakah ini karena kesalahan individu atau hal lain, tetapi jelas kami bisa berkembang di banyak aspek dan terus tumbuh bersama," ujar Fabregas.

"Kami adalah salah satu dari tiga atau empat tim di Eropa yang paling banyak memainkan pemain di bawah 23 tahun, dan itu bukan hal sepele."

Fabregas juga mengungkapkan pengalamannya, "Saya menjadi kapten Arsenal pada usia 21 tahun di bawah Arsene Wenger yang banyak menggunakan pemain muda. Sekarang sebagai pelatih saya belajar bahwa itu tidak mudah, jadi saya hanya bisa bangga kepada mereka," tutupnya.

Advertisement

Sumber: Football Italia

Berita Terbaru
  • Legislator Imbau Warga Kepri Ikuti Prosedur Resmi Demi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
  • Bisachat AI: Inovasi Pemuda Makassar Tingkatkan Penjualan UMKM dengan Balas Chat Otomatis
  • Pelayanan PDAM Tirta Moedal Semarang Tetap Optimal Meski Ada Putusan PTUN
  • Google Cloud Indonesia Perkuat Kehadiran Digital di Tanah Air, Incar Pertumbuhan Ekonomi RI
  • Jadwal Bundesliga Pekan ke-31: Bayern Muenchen Kunci Juara, Tiket Eropa Memanas
  • cesc fabregas
  • como 1907
  • inter milan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yus Mei Sawitri
Y
Reporter Yus Mei Sawitri
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.