Timnas Indonesia Harus Waspada Lawan Australia, Kalau Bisa Pulang Bawa Poin
Australia tetap menjadi tim favorit di Grup C, terutama setelah dilatih oleh Anthony Popovic.
Seluruh masyarakat Indonesia tentu berharap Skuad Garuda dapat kembali dengan hasil yang positif dari Sydney Football Stadium ketika tim yang dipimpin oleh Patrick Kluivert melakoni pertandingan matchday 7 Grup C Piala Dunia 2026 zona Asia pada tanggal 20 Maret. Peluang untuk meraih kemenangan dalam duel ini tampak menjanjikan, terutama karena pada pertemuan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta tahun lalu, Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Socceroos dengan skor 0-0.
Kepercayaan diri tim semakin meningkat seiring dengan upaya PSSI yang terus memperkuat baik aspek pelatih maupun pemain. Saat ini, posisi pelatih kepala dipegang oleh Patrick Kluivert, seorang legenda Timnas Belanda dan Barcelona. Ia dibantu oleh sejumlah asisten pelatih, termasuk trio asal Belanda, yaitu Alex Pastoor, Denny Landzaat, dan Gerald Vanenburg. Selain itu, PSSI juga menunjuk Jordi Cruyff, yang merupakan legenda Belanda lainnya, untuk menjabat sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia.
Di sisi pemain, Timnas Indonesia kini mendapatkan tambahan dua pemain baru yang memperkuat lini serang, yaitu Ole Romeny dan Septian Bagaskara. Keduanya termasuk dalam daftar 27 nama yang baru saja diumumkan oleh Patrick Kluivert. Jika tidak ada halangan, tiga calon pemain naturalisasi, yaitu Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy, juga diharapkan akan bergabung dengan tim.
Harus waspada
Indonesia sebaiknya datang dengan semangat optimis. Namun, hal ini tidak berarti mereka harus mengabaikan kewaspadaan. Bagaimanapun juga, tuan rumah adalah tim unggulan di Grup C. Terlebih lagi, sejak dilatih oleh Anthony Popovi, performa Socceroos menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Setelah menggantikan Graham Arnold, Anthony Popovi berhasil meningkatkan performa tim dalam empat pertandingan terakhir di Grup C, dengan hasil satu kemenangan dan tiga kali imbang. Salah satu hasil imbang yang mencolok adalah saat mereka menahan tim kuat Jepang di Saitama Stadium 2002 pada laga terakhir.
Perlu dicatat bahwa Australia diperkuat oleh banyak pemain yang berkarier di Eropa. Setidaknya terdapat 16 pemain yang berpengalaman di luar negeri, termasuk Mathew Ryan dari RC Lens di Prancis, Joe Gauci yang bermain untuk Aston Villa di Inggris, dan Cameron Burgess yang membela Ipswich Town.
Selain itu, Harry Souttar dari Leicester City dan Aiden O'Neill yang bermain di Standard Liege, Belgia, juga merupakan bagian dari tim. Tak ketinggalan, striker andalan mereka, Kusini Yengi, yang kini bermain untuk Portsmouth di Inggris, turut memperkuat skuad Australia.
Tuan Rumah memiliki ambisi
Dengan demikian, Australia bukanlah lawan yang mudah bagi Indonesia. Selain itu, Mathew Ryan dan rekan-rekannya akan bertanding di hadapan ribuan penggemar setia mereka, dan posisi mereka yang berada di urutan kedua Grup C—hanya satu tingkat di atas Indonesia yang berada di posisi keenam—tentunya dapat menciptakan kejutan bagi tim asuhan Patrick Kluivert.
Dipastikan bahwa Australia akan bermain dengan strategi agresif sejak awal pertandingan untuk mengejar gol cepat. Jika mereka berhasil mencetak gol lebih dulu, peluang tuan rumah untuk meraih kemenangan dalam pertandingan ini akan semakin besar. Oleh karena itu, Skuad Garuda harus tetap waspada!