LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. BOLA

Pertandingan Timnas Indonesia Vs Jepang: Berharap Nathan Tjoe-A-On Mampu Hentikan Langkah Takefusa Kubo

Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat bertemu Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Kamis, 14 Nov 2024 18:05:00
timnas indonesia
Ilustrasi - Takefusa Kubo Timnas Jepang (Bola.com/Adreanus Titus/Geaby Fadhilatu Sholikha) (© 2024 Bola.com)
Advertisement

Skuad Timnas Jepang kali ini diperkuat oleh sebagian besar pemain yang berkarir di Eropa. Salah satu pemain yang paling mencuri perhatian adalah Takefusa Kubo, seorang gelandang muda yang kini membela Real Sociedad, salah satu klub di Liga Spanyol.

Dalam pertemuan yang akan berlangsung di Stadion GBK, Jakarta, pada Jumat (15/11/2024), Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang, yang jelas bukan lawan yang mudah. Kubo, yang saat ini berusia 23 tahun, merupakan pemain kunci dalam timnas Jepang dan pernah dijuluki Messi-nya Samurai Biru, menunjukkan betapa pentingnya kontribusinya.

Takefusa Kubo memiliki keterampilan mengolah bola yang sangat baik. Ia lahir pada 4 Juni 2001 dan telah menjadi bagian dari skuad inti Jepang sejak debutnya pada tahun 2019. Di bawah arahan pelatih Hajime Moriyasu, Kubo telah mencatatkan 39 penampilan dengan sumbangan lima gol dan 11 assist.

Musim ini, penampilannya untuk Real Sociedad sangat mengesankan. Sebelum bertanding melawan Timnas Indonesia, gelandang yang berasal dari Kawasaki, Kanagawa, Jepang ini berhasil menunjukkan performa luar biasa saat timnya mengalahkan Barcelona dengan skor tipis 1-0.

Advertisement

Pemain Terbaik dalam Pertandingan

Ilustrasi - Takefusa Kubo Timnas Jepang (Bola.com/Adreanus Titus/Geaby Fadhilatu Sholikha) © 2024 Bola.com

Walaupun Kubo tidak berhasil mencetak gol atau memberikan assist, performa gemilangnya membuatnya terpilih sebagai Man of the Match, atau pemain terbaik, dalam pertandingan tersebut.

Statistik yang ditunjukkan sangat memuaskan! Pemain yang memiliki tinggi 173 cm tersebut bermain penuh selama 90 menit. Berdasarkan data dari Sofascore.com, Kubo mencatatkan 42 sentuhan, dengan akurasi passing mencapai 73 persen dan berhasil membuat tiga umpan kunci.

Advertisement

Pada musim ini, Takefusa Kubo telah berpartisipasi dalam 13 pertandingan di La Liga, di mana sembilan di antaranya ia mulai sebagai pemain inti. Selain itu, ia juga telah mencetak tiga gol untuk tim Los Txuri-Urdin.

Siapa yang dapat menghentikan Kubo?

Ilustrasi - Takefusa Kubo Timnas Jepang (Bola.com/Adreanus Titus/Geaby Fadhilatu Sholikha) © 2024 Bola.com

Dalam menghadapi pergerakan Kubo, muncul pertanyaan mengenai siapa pemain Timnas Indonesia yang mampu meredamnya. Pelatih dan pengamat sepak bola nasional, Erwan Hendarwanto, memberikan pandangannya terkait hal ini.

Ia menilai bahwa Nathan Tjoe-A-On bisa menjadi sosok yang efektif untuk menghentikan alur serangan lawan. Ada kemungkinan besar, pemain berusia 22 tahun ini akan diturunkan oleh Shin Tae-yong di posisi tengah, menggantikan Ivar Jenner yang tidak bisa bermain karena akumulasi kartu kuning.

Pengalaman Nathan Tjoe-A-On yang telah berlaga di Eropa tentunya akan sangat berharga dalam pertandingan mendatang. Jika ia diturunkan, Nathan diyakini mampu mengatasi pergerakan Kubo yang seringkali menyulitkan pertahanan lawan.

"Saya kira lebih cocok Nathan dengan karakter breaker di tengah ya, sementara Thom Haye yang berkreasi di lini tengah," ungkap Erwan Hendarwanto kepada Bola.com pada Kamis (14/11/2024).

Semua pemain Jepang memiliki potensi yang mengancam

Ilustrasi - Takefusa Kubo Timnas Jepang (Bola.com/Adreanus Titus/Geaby Fadhilatu Sholikha) © 2024 Bola.com

Jepang tidak hanya dikenal dengan Kubo. Masih ada banyak pemain dari berbagai posisi yang dapat mengancam gawang Maarten Paes. Oleh karena itu, Erwan Hendarwanto mengingatkan agar skuad Garuda tetap waspada dan fokus terhadap semua pemain di tim lawan.

"Saya kira Jepang tidak hanya Kubo saja, mereka banyak diperkuat pemain-pemain yang berkualitas Eropa. Saya melihat karakter Shin Tae-yong juga tidak pernah menugaskan salah satu pemain untuk meredam pemain lawan dengan man to man," ujarnya.

Menurut Erwan, Jepang cenderung bermain secara kolektif dan kompak ketika kehilangan bola. "Kecenderungannya bermain kolektif dan compact saat kehilangan bola. Saya kira lebih fokus bermain kolektif supaya fokus pemain tidak terpecah dengan individu lawan," pesan Erwan Hendarwanto.

Advertisement

Hal ini menunjukkan pentingnya strategi tim dalam menghadapi lawan yang memiliki banyak pemain berkualitas.

Berita Terbaru
  • Resmi Diumumkan, Ini Skuad Timnas Indonesia FIFA Matchday Juni 2026 Tanpa Jay Idzes
  • Singapura Luncurkan Gerakan Digital Anak, Bantu Keluarga Kelola Waktu Layar Sejak Dini
  • Jasamarga Catat Lonjakan Lalu Lintas MBZ Jelang Libur Waisak dan Harlah Pancasila
  • Kejutan Roland Garros: Juara Bertahan Iga Swiatek Tersingkir dari French Open 2026
  • FOTO: Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur pada Puncak Waisak 2570 BE
  • berita update
  • konten ai
  • merdekabola
  • timnas indonesia
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dedi Rahmadi
A
Reporter Ana Dewi, Yus Mei Sawitri
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.