Ini 3 Pemain Bintang Belanda yang Dilatih Alex Pastoor Sebelum jadi Asisten di Timnas Indonesia
Alex Pastoor memiliki kontribusi signifikan dalam perkembangan sejumlah pemain timnas Belanda. Tercatat, ada tiga pemain reguler yang pernah dilatihnya.
Alex Pastoor ternyata memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan beberapa pemain timnas Belanda. Tercatat ada tiga pemain reguler yang pernah dilatihnya di awal kariernya. Sebelumnya terungkap bahwa Alex Pastoor pernah melatih Thom Haye saat menjabat sebagai caretaker di AZ Alkmaar. Selain itu, dia juga menangani Melvin Platje dan Nick van der Velden di NEC Nijmegen, sebelum kedua pemain tersebut berangkat ke Indonesia untuk bergabung dengan Bali United.
Penelusuran terbaru mengungkap fakta menarik lainnya. Ternyata, ada tiga pemain yang sering membela Tim Oranye yang pernah dilatih oleh sosok yang kini menjabat sebagai asisten pelatih timnas Indonesia. Salah satu di antara mereka adalah Jasper Cillessen. Dia menjadi pilihan utama Pastoor untuk mengawal gawang pada musim 2011/2012. Namun, hubungan mereka tidak berlangsung lama. Cillessen hanya tampil tiga kali di awal musim sebelum akhirnya dijual ke Ajax Amsterdam.
Di Ajax, Cillessen berhasil membangun reputasi sebagai salah satu kiper terbaik Belanda. Total, Cillessen telah mengumpulkan 65 caps dan berkontribusi dalam membawa Belanda meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2014. Selain itu, dia juga pernah memperkuat Barcelona dan Valencia sebelum kembali ke NEC. Saat ini, dia bermain untuk Las Palmas.
Jordy Clasie
Jordy Clasie adalah nama kedua yang penting dalam perjalanan karier seorang pemain sepak bola. Ia menjadi pemain kunci bagi Pastoor di lini tengah saat melatih Excelsior pada musim 2010/2011. Selama musim tersebut, Clasie tampil dalam 35 pertandingan dan berkontribusi besar untuk membantu klub tetap bertahan di Eredivisie setelah promosi setahun sebelumnya. Namun, kerjasama antara Clasie dan Pastoor hanya berlangsung satu musim saja.
Hal ini disebabkan karena Clasie datang dengan status pinjaman dari Feyenoord Rotterdam. Meskipun singkat, masa bertanding bersama Excelsior sangat berpengaruh terhadap perkembangan karier Clasie. Setelah itu, ia menjadi salah satu pilar di De Kuip, yang membuat klub Inggris, Southampton, tertarik untuk merekrutnya pada musim 2015/2016. Clasie selanjutnya menjalani masa pinjaman di Club Brugge dan Feyenoord sebelum akhirnya kembali ke tanah kelahirannya untuk memperkuat AZ.
Denzel Dumfries
Salah satu pemain paling terkenal yang pernah dilatih oleh Pastoor adalah Denzel Dumfries. Pada musim 2015/2016, Pastoor memberikan kepercayaan kepada Dumfries untuk mengisi posisi bek kanan, meskipun sebelumnya ia hanya menjadi cadangan. Kerja sama antara keduanya berhasil membawa tim meraih tiket promosi ke Eredivisie. Setelah itu, mereka juga berperan penting dalam menjaga Sparta agar tetap bertahan di liga tertinggi sepak bola Belanda. Selama berkolaborasi, Dumfries tampil dalam 70 pertandingan di bawah arahan Pastoor, mencetak dua gol dan memberikan lima assist.
Pada tahun 2017, hubungan kerja mereka berakhir ketika Dumfries pindah ke Heerenveen, sementara Pastoor memutuskan untuk menjauh sejenak dari dunia sepak bola. Dumfries kemudian melanjutkan kariernya yang semakin bersinar bersama PSV Eindhoven dan kini bermain untuk Inter Milan. Di level internasional, ia telah mengumpulkan 63 caps dan ikut serta dalam tiga turnamen besar, yaitu Euro 2020, Piala Dunia 2022, dan Euro 2024. Selain Dumfries, Pastoor juga pernah memberikan kesempatan kepada Steven Berghuis ketika menjabat sebagai caretaker di AZ, meskipun masa jabatannya tidak lama. Berghuis kemudian melanjutkan kariernya di Feyenoord dan Ajax, serta berhasil mengumpulkan 46 caps untuk Tim Nasional Belanda.
Di samping itu, Pastoor juga memiliki pengalaman melatih sejumlah pemain internasional yang sudah dikenal luas. Beberapa nama yang pernah bekerja sama dengannya termasuk Lasse Schone, Neven Subotic, Nemanja Gudelj, Simon Poulsen, dan Mathias Pogba. Kerja sama dengan pemain-pemain tersebut menunjukkan kemampuan Pastoor dalam mengelola tim dengan pemain berbakat di berbagai level kompetisi.