Tampil Segar di Pagi Hari, Bunga Citra Lestari Andalkan Ritual Mandi Malam
Bunga Citra Lestari (BCL) menyatakan bahwa ia memiliki kebiasaan mandi malam setelah beraktivitas di luar rumah.
Bunga Citra Lestari (BCL) mengungkapkan bahwa ia memiliki kebiasaan mandi malam, terutama setelah pulang dari aktivitas kerja atau kegiatan lainnya.
"Habis pulang kerja segala macam otomatis kan keringetan. Enaknya mandi dulu sebelum tidur. Kita kan pengen yang nyaman, yang segar," jelas penyanyi lagu Sunny tersebut dalam sebuah acara peluncuran di Jakarta pada Jumat, 8 Juli 2026.
Namun, kebiasaan mandi malam tersebut ternyata berdampak pada kondisi kulitnya yang menjadi lebih kering, terutama ketika menggunakan sabun berbahan kimia tertentu dan air hangat. Untuk menjaga kelembapan kulitnya, istri Tiko Aryawardhana ini pun mengubah rutinitas mandinya.
"Kalau sebelum ketemu sama ini (rangkaian produk Magic of Nature), aku jujur hanya pakai sabun, abis itu pakai losion. Tapi karena sekarang ada tiga rangkaiannya, jadi tambah satu," ungkap BCL.
Ritual tambahan yang dimaksud adalah penggunaan body oil sebelum mengaplikasikan losion.
"Aku kecenderungan kalau habis mandi kulitnya suka gampang kering. Jadi, pakai ini tuh kerasa nyaman banget," kata BCL yang memiliki jenis kulit normal. Ia memastikan untuk membiarkan body oil yang terbuat dari minyak bunga matahari tersebut menyerap dengan baik ke dalam kulit sebelum mengoleskan losion, agar kulitnya tetap lembab hingga pagi hari.
"Buat aku, this is our way to love ourselves. Begitu kita punya kulit yang moist, kita jadi ngerasa lebih nyaman pada diri kita sendiri. Itu pada akhirnya akan memengaruhi bagaimana kita menjalankan hari-hari kita," ucap perempuan yang akrab disapa Unge ini.
Perawatan kulit tubuh
Dokter anti-aging, Dr. Clarins Hayes, menekankan pentingnya perawatan kulit tubuh, bukan hanya kulit wajah. Kulit tubuh merupakan organ terbesar yang sering terpapar berbagai kondisi yang kurang menguntungkan, seperti kekeringan dan panas. Dengan menjaga kesehatan kulit tubuh, kita juga melindungi lapisan pertama tubuh dari polutan dan iritan yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Minyak bunga matahari menjadi salah satu pilihan untuk merawat kulit tubuh karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Terdapat dua jenis antioksidan utama yang terkandung di dalamnya, yaitu linoleic acid dan vitamin E.
"Kalau kita lihat linoleic acid itu sangat membantu repair skin barrier kita. Kalau teman-teman tahu yang namanya ceramide, itu kan komponen penting dari skin barrier. Linoleic acid ini bisa membantu boost produksi alami ceramide itu," jelasnya. Di sisi lain, vitamin E dikenal sebagai 'holy grail anti-aging'.
"Vitamin E itu berfungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi. Membantu menjaga kulit juga," tambahnya.
Merawat kulit sensitif
Lebih jauh, ia menekankan bahwa bahan baku alami sangat penting dalam produk perawatan tubuh. Menurut dr. Clarins, "Bahan organik yang minim residu kimia membuat risiko iritasi menjadi sangat rendah, sehingga nutrisi dan antioksidan di dalamnya bisa bekerja lebih maksimal menjaga kesehatan kulit." Hal ini pula yang menjadi alasan Sri Dayawati Hadisuwito meluncurkan rangkaian produk perawatan tubuh berbahan dasar minyak bunga matahari organik. Sebagai seseorang yang memiliki kulit sensitif, selama bertahun-tahun ia mengandalkan sabun bayi untuk menjaga kebersihan tubuh tanpa menimbulkan iritasi pada kulitnya.
Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa produk tersebut tidak cukup memenuhi kebutuhan nutrisi kulitnya. Sejak tahun 2018, ia mulai berupaya mengembangkan produk yang berbahan dasar minyak bunga matahari organik. Idenya muncul dari kebiasaan ibunya yang mengonsumsi suplemen dari minyak bunga matahari, yang ternyata bermanfaat bagi kesehatan kulit. Ia bersama para petani binaannya kemudian menanam bunga matahari secara organik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
"Saya bawa bibitnya dari luar, itu cukup sulit beradaptasi dengan iklim kita, tanah kita di sini. Jadi, saya berdiskusi dengan salah satu profesor, pembimbing saya untuk bagaimana caranya bisa beradaptasi," kata Daya.
Bunga matahari organik
Daya menunjukkan keberaniannya dalam mengembangkan bunga matahari organik di kebunnya di Jawa Tengah. Ia meyakini bahwa produk organik jauh lebih baik daripada produk berbahan sintetik, terutama untuk kulitnya yang 'sangat sensitif'. Namun, Daya tidak ingin hanya mengklaim hal tersebut tanpa bukti, sehingga ia berusaha mendapatkan pengakuan dari lembaga yang terpercaya. Pada tahun 2019, ia mulai mengajukan permohonan untuk mendapatkan sertifikat Cosmos Organic dari ECOCERT, tetapi usahanya tidak berhasil karena ada beberapa elemen yang belum terpenuhi.
Kegagalan tersebut menjadi pelajaran berharga baginya. Selama lima tahun ke depan, Daya terus mencari cara untuk menyempurnakan setiap tahapan produksi agar sesuai dengan standar yang ditetapkan, mulai dari budidaya bunga matahari di kebun hingga formulasi produk akhir yang sepenuhnya menggunakan bahan organik. Sertifikasi Cosmos Organic dari ECOCERT menjamin bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya sekadar label, tetapi benar-benar bebas dari pestisida dan bahan kimia berbahaya. "Kami telah bekerja berminggu-minggu dengan Magic of Nature, mengunjungi fasilitas produksi, meninjau formulasi, dan memastikan seluruh prosesnya memenuhi standar organik internasional yang ketat. Komitmen mereka patut diapresiasi karena proses sertifikasi ini sangat panjang dan tidak mudah," ungkap Samuel Chauffaille, Regional Director of EcoCert in Southeast Asia.