Oki Setiana Dewi Berbagi Pengalaman Anak-anaknya saat Tinggal di Mesir, Sempat Alami Culture Shock
Oki Setiana Dewi mengungkapkan bahwa anak-anaknya tidak pernah merasa jenuh tinggal di Mesir, meskipun ada beberapa hal yang mengejutkan mereka.
Oki Setiana Dewi menceritakan pengalamannya selama setahun tinggal di Mesir. Ia mengungkapkan bahwa anak-anaknya sangat betah berada di sana, karena mereka terlibat dalam berbagai aktivitas setiap harinya.
Oki Setiana Dewi menegaskan bahwa anak-anaknya tidak pernah merasa bosan tinggal di Mesir. Dengan rutinitas yang padat, mereka sudah memulai aktivitas sejak pukul 7 pagi.
"Di Mesir anak-anak sibuk, jadi nggak ada waktu untuk bosen kayaknya. Mereka dari jam 7 pagi sampe jam 3 sore sekolah. Pulang sekolah habis itu ngaji atau mereka les bahasa Arab," ungkap Oki Setiana Dewi saat ditemui di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).
Oki menambahkan bahwa setelah pulang sekolah, anak-anaknya melanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya.
"Jam 6 sampe jam 8 mereka olahraga, berkuda, gimnastik lah, habis itu mereka bimbel sampai jam 11 malem," jelasnya.
Dengan jadwal yang sangat padat ini, Oki merasa anak-anaknya mendapatkan pengalaman yang berharga dan bermanfaat. Kehidupan di Mesir memberikan banyak kesempatan bagi mereka untuk belajar dan berkembang, sehingga Oki sangat bersyukur atas pengalaman ini.
Kesibukan Anaknya di Mesir Masih Dalam Batas yang Wajar
Oki meyakini bahwa kesibukan anaknya di Mesir masih dalam batas yang wajar. Hal ini diperkuat oleh perbedaan waktu yang membuat langit di Mesir tetap cerah meskipun sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Kalau ditanya kok sampe segitu, di Mesir kalo musim panas, Isya itu jam 11 malam, jdi masih terang sampe malam. Kalo di Indonesia kan relatif sama. Di sana tuh kalau musim panas magribnya setengah 8, jadi masih terang," jelasnya.
Dengan demikian, Oki memahami bahwa aktivitas anaknya berlangsung hingga larut malam karena kondisi lingkungan yang berbeda. Perbedaan waktu dan durasi cahaya matahari di Mesir pada musim panas memberikan pengaruh signifikan terhadap rutinitas harian anaknya.
Culture Shock
Oki menjelaskan tentang culture shock yang dialami oleh anak-anaknya saat mereka baru pindah ke Mesir. Mereka merasa terkejut dengan kondisi lalu lintas yang ramai dan kendaraan yang melaju dengan cepat di jalanan.
"Anak-anak shock minggu pertama lah soal lalu lintas. Artinya banyak kecelakaan, jadi harus hati-hati banget kalo nyebrang. Kedua, anak-anak cukup kaget dengan gaya bicara di Mesir yang cukup tinggi. Jadi anak-anak tuh yang 'galak banget', paling cuma kasih tau emang gitu gaya bicaranya. Sekarang udah terbiasa," jelasnya.
Selain itu, Oki menambahkan bahwa perbedaan dalam cara berkomunikasi juga menjadi salah satu tantangan bagi anak-anaknya. Mereka awalnya merasa bahwa nada bicara orang-orang di sekitar mereka sangat keras dan terdengar menakutkan. Namun, seiring berjalannya waktu, anak-anak mulai memahami bahwa itu adalah bagian dari budaya setempat. Hal ini membantu mereka untuk beradaptasi dan merasa lebih nyaman di lingkungan baru mereka.
Saat Liburan Musim Panas
Oki dan anak-anaknya memutuskan untuk kembali ke Indonesia saat liburan musim panas. Kebetulan, ia juga sedang tidak kuliah dan memilih untuk memanfaatkan waktu di Tanah Air dengan melakukan safari dakwah.
"Aku baru beberapa hari di Indonesia dan kenapa pulang ke Indonesia karena di Mesir lagi liburan musim panas. Saya juga libur kuliah, jadi pulang lah semua ke Indonesia sekeluarga. Ya udah kami sekeluarga pulang dan saya kembali menjalani safari dakwah," ucap Oki Setiana Dewi.
Dengan demikian, Oki dapat menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarganya sekaligus menjalankan misi dakwah yang sangat berarti baginya. Kegiatan ini menjadi kesempatan yang berharga untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan masyarakat di Indonesia.