Jennifer Coppen Yakin Menikah dengan Justin Hubner, Ini Alasan yang Bikin Hatinya Mantap
Jennifer Coppen memiliki banyak alasan untuk membuka hati dan bersedia menikah lagi.
Jennifer Coppen telah mantap untuk melangkah ke jenjang pernikahan setelah merasakan ketulusan hati Justin Hubner. Kehadiran Justin membawa warna baru dalam hidupnya dan juga sang buah hati, Kamari Sky Wassink.
Terkadang, kedekatan Justin dengan Kamari membuat Jennifer merasa sedikit tersisih. Kamari Sky Wassink terlihat sangat "lengket" dengan calon ayah sambungnya. Meskipun demikian, Jennifer bersyukur atas perkembangan hubungan ini demi masa depan anaknya.
"Ya, kadang cemburu kayak merasa nih anaknya biasanya nempel sama gua sekarang nempel sama Papa Jusa. Tapi enggak sih, aku malah senang melihat mereka bonding, apalagi sebentar lagi mau menikah. Jadi kayak itu memang yang diperlukan Kamari benar-benar figur bapak. Jadi senang banget," ungkapnya pada Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Jennifer Coppen juga menjelaskan alasan yang membuatnya yakin untuk menyerahkan hati kepada Justin Hubner. Ia melihat bahwa Justin memiliki naluri kebapakan yang kuat meskipun usianya masih muda.
"Ya itu figur kebapakannya, bisa dilihat dia hampir mirip kayak papanya Kamari, Papa Dali. Jadi memang dia sangat menyayangi Kamari walaupun Kamari ini bukan darah daging dia sendiri," tambah Jennifer.
Sikap Justin terhadap Kamari menjadi faktor penentu bagi Jennifer sebelum melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius. Ia menegaskan bahwa syarat utama untuk menjadi pendamping hidupnya adalah mampu menerima kehadiran putri kecilnya dengan tulus.
"Jadi melihat itu benar-benar apa ya itu sih yang bikin aku nge-lock. Bukan gimana dia ngetreat akunya tapi lebih ke gimana dia ngetreat anak aku karena aku pernah bilang ke diri sendiri kalau pasangan aku selanjutnya enggak bisa nerima anak aku, aku enggak bakal mau sama dia," jelasnya.
Justin adalah seorang yang sangat peduli terhadap keluarganya
Jennifer Coppen menganggap Justin Hubner sebagai sosok yang sangat mengutamakan keluarga. Ketika pertama kali bertemu, ia merasa terkejut dengan sikap dewasa yang ditunjukkan Justin.
"Justin itu family man banget banget banget. Bahkan aku shock kayak awal kenal tuh dia sudah benar-benar langsung apa ya aura kebapakannya keluar padahal bisa dibilang Justin tuh masih muda banget," ungkap Jennifer Coppen.
Menurut Jennifer, kepribadian Justin yang sangat peduli terhadap keluarga membuatnya terlihat lebih matang dibandingkan usianya. Hal ini membuat Jennifer merasa nyaman dan terkesan dengan sosok Justin yang begitu bertanggung jawab. Ia menilai bahwa sifat-sifat tersebut sangat penting dalam sebuah hubungan, karena menunjukkan komitmen dan keseriusan dalam membangun masa depan bersama.
Keluarga Dali Wassink adalah sebuah unit keluarga yang memiliki ikatan erat
Jennifer Coppen merasa beruntung karena tidak hanya mendapatkan restu dari orang-orang terdekatnya, tetapi juga telah melakukan komunikasi dengan keluarga mendiang Dali Wassink mengenai rencana pernikahannya. Ia sangat bersyukur karena pihak keluarga almarhum memberikan dukungan terhadap kebahagiaan yang sedang dirasakannya.
Dalam kesempatan tersebut, Jennifer menyatakan, "Sudahlah itu mah kan keluarga Bapak Dali sangat support juga ya tapi itu we keep it private." Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada dukungan dari keluarga, mereka tetap ingin menjaga privasi dalam hal ini.
Jennifer Coppen merasa cemas
Jennifer Coppen merasa cemas saat bersiap untuk membangun rumah tangga untuk kedua kalinya. Dalam pernikahan ini, ia berharap Kamari, anaknya, dapat memiliki sosok ayah yang akan selalu mendampinginya hingga dewasa. "Pasti deg-degan karena mengulang yang pernah terjadi. Jadi pasti ada serba deg-degannya memulai rumah tangga lagi dan ke jenjang yang serius lagi. Cuma insyaallah semoga yang ini dilancarkan dipanjangkan umurnya semoga Kamari bisa merasakan figur bapak sampai dia punya anak dan tua nanti," kata diam.
Perasaan gugup itu muncul dari pengalaman sebelumnya yang pernah ia jalani. Jennifer berharap, pernikahan kali ini dapat memberikan stabilitas bagi Kamari, sehingga ia dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.
"Saya percaya bahwa setiap langkah yang diambil harus didasari oleh niat yang tulus. Semoga semua berjalan lancar dan memberikan kebahagiaan bagi keluarga kami," tambahnya. Dengan harapan yang besar, ia melangkah maju untuk memulai babak baru dalam hidupnya.