Hindari Arahan Partai, Tompi Pilih Tidak Mencalonkan Diri
Tompi hampir saja mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, tetapi ia memutuskan untuk mundur pada detik-detik terakhir. Apa yang terjadi?
Selain Aurelie Moeremans, ada juga selebriti lain yang menolak tawaran untuk bergabung dalam partai politik, yaitu Tompi. Penyanyi yang terkenal dengan lagu "Menghujam Jantungku" ini membagikan pengalamannya melalui unggahan di Instagram pada Minggu (31/8/) kemarin.
Dalam pernyataannya, Tompi mengungkapkan bahwa tawaran untuk bergabung dengan parpol sudah ada sejak sepuluh tahun yang lalu. "Mungkin ini saat yang tepat untuk bercerita. Sejak dua periode pemilu lalu, ada beberapa partai bernama yang menawarkan saya untuk maju sebagai caleg," tulisnya di awal unggahan tersebut.
Awalnya, pria yang memiliki nama asli Teuku Adifitrian ini merasa tertarik untuk menerima tawaran partai politik itu, karena ingin berkontribusi dalam memperbaiki negara. Diskusi mengenai tawaran tersebut pun berlangsung dengan cukup intens, dan bukan hanya satu partai politik yang mengajukan penawaran kepadanya.
Tompi melanjutkan, "Dialog pun terjadi. Dan langsung dengan petinggi dua kunci dari beberapa partai. Saya pikir ada baiknya mendengarkan terlebih dahulu, menjajaki, memikirkan, dan baru memutuskan apakah mau berlayar dengan kapal pilihan," tulisnya. Ia juga menambahkan, "Semua tawaran terdengar sungguh-sungguh. Hampir saya ketok palu untuk maju."
Tompi mengambil keputusan
Namun, di saat-saat terakhir, Tompi mengambil keputusan untuk mundur dan membatalkan niatnya terjun ke dunia politik. Ia mengungkapkan ada enam alasan yang membuatnya tidak jadi melanjutkan langkah tersebut. Untuk alasan pertama, Tompi menyatakan, "1. Sy belum selesai dengan diri sendiri secara finansial---- takut sekali ini menjadi celah godaaan utk gak konsisten jujur dan amanah." Alasan kedua adalah keraguan yang muncul dalam dirinya terkait kemampuan untuk membagi waktu antara profesinya sebagai dokter dan sebagai politisi.
Selain itu, alasan ketiga yang diungkapkan Tompi adalah ketidaknyamanan terhadap sistem yang ada di dalam partai. Ia merasa bahwa sistem tersebut sulit untuk dipahami secara logis. "Baru lihat dr luar... blum masuk ke dalam. (Pendaanaa kampanye,gaji dll)," tuturnya. Keputusan ini mencerminkan pertimbangan matang yang diambil Tompi, mengingat pentingnya integritas dan komitmen dalam menjalani profesi yang baru.
Terkait dengan urusan partai dan dukungan dari istri
Alasan keempat yang diungkapkan oleh Tompi adalah ketidakmauannya untuk selalu mengikuti kehendak partai. Ia menuliskan, "4. gak kebayang masuk diajak mikir tp harus nurut ama apapun kata partai. utk yg sering berurusan ama sy pasti paham, sy agak sulit kompromi dengan hal yg menurut sy keliru." Tompi juga menegaskan bahwa dalam dunia kedokteran, ia sering dianggap sebagai sosok yang sulit untuk diatur. Menurutnya, "Lha kalo ada yg ngaco masa dipertahankan? UBAH LAH! Maaf y, no kompromi."
Di urutan kelima, Tompi merasa kurang nyaman dengan para pemimpin di partai tersebut. Ia menulis, "5. Alasan sepele lain: gak mau jadi anggota/bawahan suatu kelompok yg diketuai oleh seseorang yg duduk disitu krn faktor "org lama atau keturunan" yg tdk disupport oleh background knowledge yg bergizi." Sementara itu, alasan terakhir yang disampaikan Tompi terbilang lucu, namun sangat penting baginya, yaitu "6. GAK DAPAT RESTU ibu dan istri."
Tompi berharap
Tompi berharap kondisi di lapangan saat ini telah mengalami perbaikan yang signifikan. Ia menyadari bahwa mendorong perubahan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dari luar.
"Dilematis memang... berharap perubahan gak bs hanya jadi penonton Tp Kl masuk , keseret arus ..." ujarnya. Di akhir unggahannya, Tompi menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki banyak pemikir dan individu hebat.
Menurutnya, yang perlu ditingkatkan adalah jumlah orang-orang yang jujur.
"Semoga cerita kecil ini menjadi renungan Utk kita semua yg ingin perbaikan lbh baik Gak ada tempat utk menyerah kan Bismillah, semangat yuk," tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5320736/original/071685600_1755607530-Untitled-3.jpg)