Gelar Seminar Artistpreneur: Strategi Mengelola Karier Artis, IMDE Kolaborasi dengan IPMI-ACI-Vistra
Banyak tantangan dalam mengelola karier artis, di antaranya meliputi pengelolaan kesuksesan yang cepat namun perlu berkelanjutan.
Para selebritas, khususnya artis perlu memahami strategi mengelola karier dan pendapatan, karena hal ini terkait dengan urusan pajak yang mesti ditunaikan. Hal tersebut dibahas dalam sebuah seminar secara hybrid bertema Artistpreneur: Strategi Mengelola Karier Artis diselenggarakan atas kerja sama Institut Media Digital Emtek (IMDE), Kampus IPMI, Asosiasi Casting Indonesia (ACI), dan Konsultan Manajemen Bisnis, Vistra di Kampus IMDE, Jakarta Barat, Selasa (25/2) lalu.
Acara tersebut dipandu Rifa Zahitsjah, seorang dosen pengajar Leadership, International Business dan Organizational Behavior sejak 2015 Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari Vistra, Yoseph Alexandrie Jahja S.E dan sutradara casting dari ACI, Sanca Khatulistiwa Film.
Seminar ini dipimpin Ressa Rizky Mutiara Hadi, M.Sn yang merupakan dosen dari Prodi Produksi Entertainmen, Institut Media Digital Emtek yang juga dikenal sebagai pelaku seni tari dan koreografer.
Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, Ed.D mengatakan banyak tantangan dalam mengelola karier artis, di antaranya meliputi pengelolaan kesuksesan yang cepat namun perlu berkelanjutan. Banyak artis yang berhenti kuliah setelah meraih kesuksesan, yang menjadi dilema bagi pendidik.
“Jadi, pentingnya manajemen sumber daya (waktu, tenaga, uang) yang baik dan profesional, serta integritas dalam pengelolaan aset artis untuk menghindari penyimpangan dana dan memastikan kewajiban pajak dan royalti terpenuhi. Workshop ini bertujuan memberikan wawasan dalam manajemen artis,” katanya.
Totok mengungkapkan tujuan IMDE di antaranya menciptakan artis, seniman, dan konten kreator yang sukses secara berkelanjutan, dengan fondasi manajemen yang kuat. IMDE ingin menghasilkan kreator lokal yang dapat bersaing dengan produk internasional, seperti Squid Game, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bukan hanya mengandalkan impor konten.
“Kreativitas yang tak terbatas menjadi landasan utama dalam mencapai visi ini,” ujarnya.
Artis Harus Paham Soal Pajak
Pembicara pertama, Yoseph Alexandrie yang memberikan konsultasi kepada klien dalam berbagai bidang, termasuk pajak domestik dan lintas negara, kepatuhan pajak, proses investigasi pajak, dan pemeriksaan menyeluruh (due diligence) menjelaskan perbedaan perpajakan untuk karyawan, pekerja lepas, dan badan usaha.
Dia memberikan contoh perhitungan pajak untuk artis dengan penghasilan Rp2 miliar, menunjukkan perbedaan pajak untuk berbagai status pekerjaan dan manfaat dari norma perhitungan penghasilan neto. Penggunaan norma ini dapat mengoptimalkan pembayaran pajak dan bahkan menghasilkan pengembalian pajak (refund).
“Sehingga sangat-sangat penting seorang artis tidak hanya karya seninya saja yang harus difokuskan. Tapi juga bagaimana mengelola aspek bisnisnya, mengelola keuangannya. Ketika kita bicara mengelola keuangan tidak lepas dari hal yang sangat detail, seperti pajak. Apalagi sekarang kita tahu semua pemerintah RI ini sangat menekan pajak sehingga compliance terhadap pajak akanmempengaruhi sustainability dari seorang artis,” papar Yoseph.
Peran Aktor-Artis
Sementara pembicara kedua dari Asosiasi Casting Indonesia (ACI), Sanca Khatulistiwa, yang telah berkolaborasi dengan banyak sineas selama lebih dari 14 tahun memberikan paparan yang menarik mengenai Industry Knowledge for Actors. Ia menyampaikan peran aktor (talent) di dalam industri seperti film, theater, voice actor, game, commercial, series, hingga tv program. Sanca juga menyampaikan hal-hal saja yang perlu diperhatikan bagi orang yang ingin melakukan casting.
“Ibaratan menanam tanaman, kita mengikuti casting itu harus berkelanjutan, terus dicoba di beberapa kesempatan, bukan hanya mencoba sekali dan berhenti sampai di situ,” ujar Sanca yang juga Ketua Asosiasi Casting Indonesia
Seminar ini begitu menarik tak lain dari moderator yang cakap dalam meimpin yakni Rifa Zahitsjah, yang juga Wakil Rektor Sumberdaya di IPMI. Dia memulai kariernya di American Express Bank dan pernah bergabung dengan Bank Niaga (sekarang CIMB Niaga) sebagai Assistant Vice President di bagian Corporate Banking.
Rifa juga duduk sebagai salah satu Board of Director di organisasi the Duke of Edinburgh International Award, sebuah organisasi dari UK yang mengembangkan leadership kepada anak muda.
Acara berjalan interaktif, pertanyaan banyak diberikan oleh peserta yang hadir secara onsite ataupun online. Setelah sesi tanya jawab dengan peserta selesai, acara ditutup dengan foto bersama dan pemberian pelakat dari pihak IMDE kepada semua narasumber yang terlibat di dalam acara.