LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. ARTIS

6 Tokoh Utama Film Dukun Magang, Jefan Nathanio dan Hana Saraswati Curi Perhatian

Dalam film "Dukun Magang," Jefan Nathanio berperan sebagai Raka, sedangkan Hana Saraswati memerankan Sekar.

Senin, 15 Jun 2026 14:54:00
showbiz
Poster film Dukun Magang. (Foto: Dok. Dens Vision Multimedia/ Wahana Pictures) (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Dukun Magang yang mulai tayang di bioskop Indonesia pada 18 Juni 2026 menjadi ajang pertama bagi Jefan Nathanio untuk beradu akting dengan Hana Saraswati. Meskipun ini adalah pengalaman pertama mereka, keduanya mampu menyamakan frekuensi dan menciptakan chemistry yang baik sebagai dua mahasiswa dari kampus yang sama.

Dalam film ini, Jefan Nathanio berperan sebagai Raka, sedangkan Hana Saraswati memerankan Sekar. Dalam wawancara eksklusif bersama Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta, Jefan menjelaskan bahwa elemen horor dan komedi dalam Dukun Magang disusun dengan sangat baik agar tidak saling tumpang tindih.

"Jadi film ini persentasenya 80 persen komedi dan 20 persen horor. Jujur, aku senang banget dapat film ini. Bahkan, andai dapat tawaran syuting film komedi horor lagi, gas sih. Seru dan ketawa melulu," ungkap Jefan Nathanio.

Awalnya, perbedaan usia antara Jefan dan Hana dikhawatirkan menjadi tantangan tersendiri selama proses syuting. Jefan kini berusia 20 tahun, sementara Hana berusia 29 tahun. Namun, kekhawatiran tersebut tidak terbukti, karena perbedaan usia tersebut tidak membuat keduanya merasa canggung atau kikuk di depan kamera.

Advertisement

"Kurang lebih aku beda gap umurnya lumayan jauh dengan Hana Saraswati, tapi bonding-nya segampang itu. Mungkin karena dalam industri film kami sering berteman dengan yang lebih tua atau muda. Seru, enggak ada kesulitan," jelas bintang sinetron Asmara Gen Z.

Laporan khusus Showbiz Liputan6.com juga merangkum enam tokoh kunci dalam film Dukun Magang yang disutradarai oleh Chiska Doppert, berdasarkan naskah karya Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho. Siapa saja mereka?

Advertisement

Raka, yang diperankan oleh Jefan Nathanio, adalah karakter utama dalam cerita ini

Poster film Dukun Magang. (Foto: Dok. Dens Vision Multimedia/ Wahana Pictures) © 2026 Liputan6.com

Raka menghadapi ancaman menjadi mahasiswa abadi karena berbagai tema skripsi yang diajukan selalu ditolak oleh dosennya. Suatu ketika, muncul ide untuk meneliti praktik perdukunan di Desa Kalimati yang dikenal angker. Ide ini tampaknya bertentangan dengan karakter Raka yang selama ini dikenal skeptis, ambisius, sarkastik, tetapi memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Dalam situasi yang terdesak, Raka pun terpaksa melangkah menuju Desa Kalimati melalui jalur darat. Meskipun dia memiliki keraguan, rasa ingin tahunya mendorongnya untuk menyelidiki lebih dalam tentang praktik yang berlangsung di desa tersebut. Raka berharap penelitian ini dapat memperbaiki nasibnya dan menghindarkannya dari status mahasiswa abadi.

Tradisi Mistis

Poster film Dukun Magang. (Foto: Dok. Dens Vision Multimedia/ Wahana Pictures) © 2026 Liputan6.com

Sekar adalah seorang mahasiswi yang dikenal karena kecerdasannya, kepercayaan dirinya, dan sikap cerianya.

Dia juga menghargai tradisi mistis meskipun memiliki gaya yang sangat modern. Ketika Raka memutuskan untuk pergi ke Desa Kalimati, Sekar memberikan dukungan penuh tanpa ragu. Di balik dukungannya yang tulus, Sekar ternyata menyimpan perasaan cinta yang dalam terhadap Raka.

Selama berada di Desa Kalimati, Sekar berperan aktif dalam memandu Raka dan mengenalkannya kepada berbagai tokoh masyarakat setempat. Salah satu tokoh yang dia kenalkan adalah Mbah Djambrong, seorang dukun legendaris yang menjadi penjaga desa. Melalui interaksi ini, Raka mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya dan kepercayaan masyarakat desa, sementara Sekar merasa bangga bisa berbagi pengalaman tersebut dengan orang yang dicintainya.

Sahabat Raka

Poster film Dukun Magang. (Foto: Dok. Dens Vision Multimedia/ Wahana Pictures) © 2026 Liputan6.com

Sahabat Raka, yang merupakan asisten pribadi sekaligus supirnya, dikenal sebagai sosok yang penakut meskipun memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi, terutama terkait dengan penampilannya. Boiman adalah orang pertama yang menentang keinginan Raka untuk pergi ke Desa Kalimati. Setibanya di sana, Boiman langsung merengek dan berusaha membujuk Raka agar segera pulang. Ia merasakan suasana di Desa Kalimati sangat angker dan tidak nyaman. Bahkan, di perbatasan, Boiman sudah melihat seorang pria yang berjalan dengan dua pedang terpasang di punggungnya, yang semakin membuatnya ketakutan.

Arief (Mo Sidik) adalah seorang komedian terkenal di Indonesia

Poster film Dukun Magang. (Foto: Dok. Dens Vision Multimedia/ Wahana Pictures) © 2026 Liputan6.com

Arief selalu menolak berbagai tema yang diajukan oleh Raka, hingga akhirnya muncul ide untuk meneliti praktik perdukunan serta budaya masyarakat Desa Kalimati yang erat kaitannya dengan mistis dan klenik. Saat memasuki ruang kerja Arief, hawa mistis terasa sangat kental. Di atas meja kerjanya, tergeletak sejumlah keris dan benda bertuah lainnya. Arief mungkin hanya muncul sejenak di awal, tetapi dialah yang mengantarkan Raka menuju petualangan yang tak terduga.

Setelah penolakan yang berulang, Raka akhirnya menemukan ide yang menarik perhatian Arief, yaitu penelitian tentang praktik perdukunan dan kultur budaya masyarakat Desa Kalimati yang berhubungan dengan hal-hal mistis. Ketika Raka memasuki ruang kerja Arief, suasana yang mistis langsung menyelimuti. Meja kerja Arief dipenuhi dengan berbagai benda bertuah, termasuk keris yang menambah kesan magis. Meskipun Arief hanya tampil sekejap, perannya sangat penting dalam membawa Raka pada pengalaman yang penuh kejutan.

Mbah Djambrong adalah nama yang dikenal sebagai tokoh Adi Sudirja

Poster film Dukun Magang. (Foto: Dok. Dens Vision Multimedia/ Wahana Pictures) © 2026 Liputan6.com

Mbah Djambrong adalah seorang dukun legendaris yang dikenal sebagai penjaga ketenangan bagi masyarakat Desa Kalimati. Dia memiliki kisah heroik, di mana ia berhasil mengalahkan Kuntilanak Hitam dan mengurungnya dalam sebuah patung yang ditempatkan di salah satu ruangan rumahnya. Meskipun awalnya Mbah Djambrong menolak kedatangan Raka yang ingin melakukan riset tentang praktik dukun, akhirnya hatinya luluh dan menerima Raka. Tugas pertama yang diberikan Mbah Djambrong kepada Raka adalah melakukan tapa Patigeni, sebuah ritual yang memiliki makna mendalam dalam tradisi mereka.

Ritual tapa Patigeni ini menjadi langkah awal bagi Raka untuk memahami lebih dalam tentang dunia dukun dan kepercayaan yang ada di masyarakat. Melalui proses ini, Raka tidak hanya belajar tentang praktik spiritual, tetapi juga menggali nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya. Mbah Djambrong, dengan segala kebijaksanaannya, membimbing Raka untuk menjalani pengalaman yang tidak hanya menantang, tetapi juga memperkaya pengetahuannya tentang tradisi yang ada di desanya. Dengan demikian, Raka berkesempatan untuk merasakan langsung kehidupan yang selama ini hanya ia dengar dari cerita-cerita orang.

Tuliskan kalimat yang terdiri dari minimal tiga kata

Sekar tinggal bersama ayah dan ibunya di Desa Kalimati. Selama masa penelitian, Raka dan Boiman diizinkan untuk menginap di rumah mereka. Setibanya di sana, ibunda Sekar, Lestari, segera memberikan peringatan. Dia memperingatkan mereka tentang hal-hal sepele, seperti adanya pocong di kursi yang diduduki Boiman, serta kondisi terkini Desa Kalimati. Mendengar hal itu, nyali Boiman langsung menciut, merasa ketakutan dengan berbagai cerita yang disampaikan. Namun, Raka tetap teguh pada pendiriannya untuk menyelesaikan riset yang telah mereka rencanakan.

Advertisement

Keberadaan pocong yang disebutkan ibunda Sekar menambah suasana tegang di rumah tersebut. Meskipun Boiman merasa tidak nyaman, Raka justru semakin bersemangat untuk melakukan penelitian. Dia percaya bahwa tantangan yang ada justru akan menambah pengalaman mereka. Dengan tekad yang kuat, Raka berusaha meyakinkan Boiman untuk tidak terpengaruh oleh cerita-cerita menakutkan dan tetap fokus pada tujuan mereka. Keduanya sepakat untuk menjelajahi Desa Kalimati dan menggali informasi yang relevan untuk riset mereka.

Berita Terbaru
  • Dokter Ungkap Penyebab Serangan Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda
  • Range Rover Sport Tak Cuma Berubah Tampilan, Teknologinya Ikut Ditingkatkan, Ini Bocorannya
  • Libur Panjang, Pertamina Gelontorkan 1,3 Juta Tabung LPG Tambahan di Jateng-DIY
  • Bandara Adi Soemarmo Kembali Layani Penerbangan Umroh Langsung Solo-Madinah
  • Duel Maut dengan Tetangga, Lansia di Palembang Tewas oleh Pedang Sendiri
  • berita update
  • film dukun magang
  • merdekaartis
  • showbiz
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
W
Reporter Wayan Diananto
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.