WALHI ungkap 162 nelayan rugi akibat terdampak tumpahan minyak Teluk Balikpapan

Pengampanye Ekosistem Esensial WALHI, Wahyu Perdana, mengungkapkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Kalimantan Timur, yang terjadi pada Sabtu (31/3) menimbulkan banyak akibat negatif. Tercatat ada 162 nelayan yang batal melaut. Selain itu, dampak yang tidak bisa diabaikan adalah terhadap kelestarian ekosistem laut.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
WALHI ungkap 162 nelayan rugi akibat terdampak tumpahan minyak Teluk Balikpapan
Pencemaran minyak di Balikpapan. ©2018 Merdeka.com/Saud Rosadi

Pengampanye Ekosistem Esensial WALHI, Wahyu Perdana, mengungkapkan tumpahan minyak di Teluk Balikpapan Kalimantan Timur, yang terjadi pada Sabtu (31/3) menimbulkan banyak akibat negatif. Tercatat ada 162 nelayan yang batal melaut.

"Ada 162 nelayan tidak berani melaut dan ada (perahu) yang tertinggal di tengah laut karena mesin-mesinnya rusak," ungkapnya dalam diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (7/4).

Hal ini, menurut dia, bakal mengganggu perekonomian masyarakat. "Kalau itu (tumpahan minyak) pergi keluar, khususnya nelayan kecil pasti ekonominya terganggu. Kunjungan menurun, orang tidak main kesana lagi," kata dia.

Selain itu, dampak yang tidak bisa diabaikan adalah terhadap kelestarian dan keasrian ekosistem laut di area tumpahan minyak.

"Wilayah itu ada pesut, lumba-lumba. Itu kan ekosistem yang terganggu, kayak plankton, kalau hilang kan bisa mati ikannya. Belum lagi ada keramba kepiting dan budidaya rumput laut," tandasnya.

Rekomendasi