Universitas Ma Chung temukan bakteri untuk bahan baku sel surya

Penggunaan bakteri diyakini lebih efektif dibanding silikon.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Universitas Ma Chung temukan bakteri untuk bahan baku sel surya
Lampu Solar Cell. shutterstock

Universitas Ma Chung, Malang menemukan bahwa bakteri fotosintesis bisa menggantikan silikon sebagai bahan baku sel surya (solar cell) di mana dibutuhkan dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pasalnya, bakteri ini bisa menangkap energi matahari saat berfotosintetis."Bakteri ini menangkap energi dari matahari saat berfotosintesis yang lalu melalui proses tertentu menghasilkan listrik," kata peneliti dari Universitas Ma Chung Monika Prihastyanti di sela-sela pameran 'Penguatan Kelembagaan Pusat Unggulan Iptek Se-Indonesia' seperti dilansir Antara di Universitas Airlangga, Surabaya.Menurut dia sudah banyak riset pengembangan solar cell di Indonesia, namun, pengguna bahan bakteri baru Universitas Ma Chung, Malang. Di AS telah dikembangkan solar cell berasal dari tanaman bayam dengan prinsip sama menggunakan kemampuan fotosintesisnya."Tapi bakteri memiliki kelebihan dibanding tanaman, yakni spektrum gelombang elektromagnetiknya lebih panjang sehingga bisa menyerap energi matahari lebih baik," katanya.Menurut dia, solar cell dari bakteri sangat mendukung program energi terbarukan karena bakteri mudah untuk ditumbuhkan dibanding bahan solar cell dari silikon.Dia mengatakan, peluang bisnis pigmen selain di sektor energi, juga sangat besar di sektor pangan dan obat-obatan, misalnya untuk pembuatan pro-Vitamin A, antioksidan, deteksi sel kanker, kosmetik, pewarna alami dan lain-lain.

Rekomendasi