Tantangan RI di 2023, Pertumbuhan Ekonomi Masih Terganjal Kinerja Ekspor
Merdeka.com - Memasuki tahun 2023, tantangan ekonomi global masih menghadang Indonesia. Berdasarkan proyeksi Asian Development Outlook (ADO) yang dipublikasi pada 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terganjal dengan kinerja ekspor. Sebab, ekonomi negara tujuan ekspor Indonesia masih menghadapi tekanan.
"Di 2023, pertumbuhan akan tertahan oleh melambatnya ekspor barang seiring dengan ekonomi yang melemah," demikian proyeksi ADO yang dikutip pada Minggu (1/1).
Di satu sisi, tren konsumsi masyarakat pada 2023 diprediksi akan terus tumbuh positif meski pengetatan kebijakan fiskal dan moneter masih berpotensi terjadi.
Dalam proyeksinya, ADO mengulas bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 hanya mampu di 4,7 persen. Nilai ini diproyeksikan juga akan erjadi di Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Sementara inflasi untuk Indonesia mencapai 5,0 persen.
"Perkiraan untuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam disesuaikan menjadi 4,7 persen pada tahun 2023," ucapnya.
Dibayangi kondisi suram tak lantas membuat ekonomi Indonesia terpuruk pada 2023. Menurut ADO, kepercayaan konsumen dan bisnis di Indonesia juga masih tergambar positif di tahun 2022, meski masih akan cenderung dipengaruhi oleh inflasi yang tinggi dan meningkat suku bunga.
"Sejauh ini di 2022, konsumsi swasta terus tumbuh di atas tingkat sebelumnya. Tingkat tren pandemi, dan investasi telah meningkat. Bersama, mereka lebih dari mengimbangi penurunan belanja publik."
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya