Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai pesawat Sriwijaya Air yang jatuh setelah hilang kontak pukul 14.40 WIB pada Sabtu (9/1). Pesawat tersebut membawa penumpang tujuan Jakarta ke Pontianak.
"Bapak Presiden pada pukul 17.30 memberikan arahan untuk memaksimalkan pencarian," kata Menhub Budi dalam konferensi pers melalui Zoom pada Sabtu (9/1).
Arahan tersebut ditindaklanjuti dengan mengerahkan kapal Basarnas, termasuk 3 kapal karet dan 3 sea reader.
Sebelumnya, Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Theodora Erika, menyatakan Sriwijaya Air sampai masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak, guna mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak.
"Managemen masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya," katanya pada Sabtu (9/1).
Advertisement
Anggota Komisi V DPR Minta Pemerintah Beri Info Terkini Pesawat Sriwijaya yang Hilang
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Demokrat, Irwan, mendesak Kementerian Perhubungan dan pihak maskapai Sriwijaya Air untuk segera menyampaikan informasi dan situasi terkini atas pesawat yang hilang kontak. Hal dimaksudkan agar masyarakat, khususnya keluarga korban bisa memperoleh informasi yang jelas.
"Kementerian Perhubungan dan pihak maskapai agar segera menyampaikan informasi dan situasi terkini dengan hilang kontaknya pesawat agar supaya masyarakat, khususnya keluarga penumpang mendapatkan informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat," ujar dia dalam pernyataannya, Sabtu (9/1).
Selain itu, Irwan juga mendorong segera dibentuk tim khusus agar segera dilakukan tindakan pencarian dan penyelamatan penumpang. "Baik oleh Basarnas dan tim pencarian lainnya," terangnya.
Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6