Pengerjaan LRT & Kereta Cepat di Tol Cikampek Dimoratorium, Ini Pandangan Ketua Kadin
Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghentikan sementara pembangunan jalur kereta cepat Jakarta Bandung oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) kilometer 11 sampai dengan 17. Ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas, dikarenakan lokasi tersebut menjadi titik terpadat terjadinya kemacetan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan dengan penundaan dua proyek tersebut otomatis proses penyelesaiannya juga akan bergeser dari target awal. Meski begitu, secara dampak, dirinya mengaku masih mengkalkulasi.
"Saya mungkin dalam hal ini karena memang belum dibikin ya, ya gimana gitu (secara dampak belum)," katanya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (21/11).
Di sisi lain, kata Rosan, dua proyek ini memiliki nilai tinggi kepada perekonomian Indonesia. Apabila cepat dirampungkan maka itu akan lebih baik, karena akan mendongkrak perekonomian bagi daerah-daerah tersebut.
"Ya kalau menurut saya sih diharapkan dengan adanya kereta cepat itu kan seter seter daerah akan tumbuh, mungkin itu akan masih kita lihat lagi kan tadi harapannya sektor sektor ekonomi pasti akan tumbuh lah gitu," terangnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk tidak berkegiatan di sekitar Tol Japek terlebih dulu. Dia menyarankan untuk melakukan pengerjaan di tempat lainnya. Kemudian untuk proyek LRT juga diminta untuk ditunda pengerjaannya beberapa bulan ke depan.
"Kita putuskan LRT dan KCIC tidak berkonstruksi di daerah kilometer 11-17 tidak ada kegiatan di sana," katanya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya