Pada Pertemuan WEF 2020, Mitsubishi Nyatakan Minat Investasi Rp3 T di Indonesia
Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, saat hadir menjadi peserta dalam acara World Economic Forum 2020 di Davos, Swiss, melihat ada potensi investasi yang akan masuk di Indonesia. Diantaranya Mitsubishi.
Saat ini, Mitsubishi merupakan salah satu penerima tax holiday. "Mitsubishi akan melakukan ekspansi kurang lebih sekitar Rp2 triliun (atau hampir berkisar) Rp3 triliun untuk tevtropin nikel," ujar Bahlil, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/1).
Selain itu, perusahaan teknologi asal Jerman, Siemens AG juga menyatakan minat masuk dalam pembangunan proyek ibukota baru bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Siemens berkeinginan untuk masuk (berinvestasi) di ibu kota baru, (namun Bahlil mengatakan) tunggu dulu, lihat mereka bisa masuk (ke sektor mana), baru bisa (berinvestasi)," tuturnya.
Bahlil belum mengungkapkan berapa dana yang ingin dibawa Siemens untuk investasi di ibu kota baru. "Saat ini baru membicarakan hal-hal bagian (sektor) mana yang bisa mereka masuki (untuk berinvestasi)," jelasnya.
Selain Siemens dan Mitsubishi, Bahlil menyebutkan Jumeirah Group turut minat berinvestasi. Jumeirah Group merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata.
Dengan bergabungnya perusahaan asing dari berbagai negara, Bahlil ingin menunjukkan bahwa dalam melakukan investasi, Indonesia tidak boleh hanya fokus pada satu negara. "Semuanya kita buka. Selama dia (perusahaan asing) memenuhi aturan main yang ada di Undang Undang Dasar (UUD) Indonesia," tandasnya.
BKPM Ramal Investasi Asing Tumbuh 2 Persen Tahun ini
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBahlil juga optimistis Penanaman Modal Asing (PMA) mengalami peningkatan sebanyak satu sampai dua persen tahun ini. Sementara, sektor yang berpotensi untuk mengalami peningkatan investasi diantaranya bidang pertambangan.
"Selain itu, infrastruktur, perkebunan, dan pariwisata juga berpotensi sekali (untuk PMA)," .
Selain PMA, Bahlil menyebutkan ada sekitar 600.000 perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang juga ikut serta dalam berinvestasi. "(Jumlah) itulah yang masuk dalam realisasi investasi pada 2019, yang melebihi sekitar Rp800 triliun," paparnya.
Reporter Magang : Nurul Fajriyah
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya