Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Susi minta penambangan pasir ilegal di Fakfak dihentikan

Menteri Susi minta penambangan pasir ilegal di Fakfak dihentikan Menteri Susi Pudjiastuti. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta penambangan pasir ilegal yang kerap terjadi di sejumlah daerah seperti di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat, agar dapat benar-benar dihentikan.

"Kemarin sore saya berenang di seberang Pulau Panjang (Papua Barat), saya naik paddle, snorkling, mau menangis saya. Karangnya semua berantakan, hancur, ikannya sedikit karena tidak ada rumah lagi. Pasirnya juga hilang. Ada kura-kura berenang tidak bisa ke pinggir karena pantainya tidak ada. Dia bingung mau cari tempat buat taruh telurnya tidak ada pasir lagi. Semua habis," kata Menteri Susi seperti dikutip Antara, Senin (26/3).

Menurutnya, hal yang mengusik dirinya disebabkan aktivitas penambangan pasir ilegal yang sering terjadi di pantai-pantai di Fakfak. Berdasarkan laporan dari TNI Angkatan Laut, pasir tersebut kerap salah digunakan oleh masyarakat.

Dengan demikian, dia meminta agar aktivitas penambangan tersebut dihentikan untuk mencegah terjadinya tsunami seperti yang terjadi di kampung halamannya di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada 17 Juli 2006 lalu. Menurut dia, masyarakat Pangandaran tidak seberuntung masyarakat Fakfak yang berada di teluk dalam seperti Pulau Panjang sehingga memiliki benteng untuk berlindung dari tsunami.

"Di laut kami (Pangandaran) tidak ada apa-apa di depannya. Jadi begitu ada tsunami habislah semua. Yang meninggal pun 1.600 orang. Saya tidak ingin pengalaman itu terjadi di sini. Tolonglah jaga," pesannya.

Menteri Susi mengungkapkan, pemerintah melalui KKP, TNI Angkatan Laut, Polair, Kejaksaan, dan Bakamla telah bersinergi membasmi pencurian ikan yang dilakukan kapal-kapal asing di perairan Indonesia, terutama Laut Papua. Setidaknya ada 363 kapal ikan ilegal yang telah ditenggelamkan.

Masyarakat Fakfak, lanjutnya, perlu meniru semangat tersebut, dengan berada di baris terdepan menjaga Laut Fakfak dari para penambang pasir ilegal. Untuk itu, pasir yang diambil seharusnya dari pulau yang besar yang berasal dari daratan dan jangan mengambil dari laut karena kawasan tersebut adalah masa depan bangsa Indonesia.

Susi mengingatkan bahwa wilayah Indonesia itu 70 persen lautan sehingga bila laut dirusak, maka rusaklah masa depan dari generasi mendatang. Dia juga meminta aparat penegak hukum setempat untuk aktif membantu masyarakat mengamankan penambangan pasir di laut.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP