Menteri Susi: Budidaya mutiara dipegang asing, ogah alih teknologi
Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membeberkan perusahaan budidaya mutiara di Indonesia umumnya dijalankan orang asing dan sedikit memekerjakan penduduk lokal. Perusahaan tersebut dijalankan secara tertutup dan minim transfer ilmu dan teknologi pada pekerja lokal.
"Biasanya ada di Indonesia timur, mempekerjakan orang lokal nggak banyak. Nasibnya di gantung-gantungin saja, dan devisanya hilang," ungkap Susi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/1).
Atas dasar itu, Susi mengaku sempat enggan membuka pameran industri mutiara beberapa waktu lalu. Adapun salah satu transfer keahlian diperlukan adalah teknik penyuntikan bibit mutiara.
"Kita nggak bisa ambil alih teknologi, hanya menjadi tempat saja. jadi banyak farming yang nggak mau transfer teknologi penyuntikkan. Mereka datang, suntik-suntik saja lalu ditinggal, yang jaga orang kita, dan ekspornya ternyata orang sini."
Susi berkomitmen mendorong pertumbuhan industri mutiara dalam negeri. Untuk itu, pemerintah perlu memberantas penyelundupan mutiara.
"Kami tidak bisa menggerakkan industri kalau kegiatan ilegal tidak diberantas. Karena semua nggak mau terang-terangan, jadi negara dirugikan."
Baca juga:Penyelundupan mutiara ilegal Rp 45 M berhasil digagalkanMutiara selundupan dari Indonesia topang ekonomi negara penadahTerjerat pencurian ilegal, Menteri Susi pulangkan 73 ABK asingMenteri Susi: Kaburnya 9 kapal pencuri ikan ulang kejadian MV Hai FaTak awasi MV Hai fa, Menteri Susi gugat pemerintah PanamaPerlindungan kekayaan alam, pemerintah akui jadi pekerjaan rumah (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya