Menteri Sri Mulyani Klaim Jumlah Pengangguran Turun 670.000 Orang Sepanjang 2021

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selama pemulihan ekonomi berlangsung telah terjadi penurunan jumlah pengangguran di 2021 sekitar 670.000 orang. Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan sekitar 2,6 juta orang selama periode pemulihan ekonomi tahun 2021 ini.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menteri Sri Mulyani Klaim Jumlah Pengangguran Turun 670.000 Orang Sepanjang 2021
Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, selama pemulihan ekonomi berlangsung telah terjadi penurunan jumlah pengangguran di 2021 sekitar 670.000 orang. Artinya pemulihan ekonomi harus bisa dirasakan pada level konkrit tidak hanya dari angka statistik pertumbuhan, namun harus dirasakan dalam bentuk penciptaan kesempatan kerja baru.

"Kita lihat tingkat pengangguran terbuka pada 2021 berada pada angka 6,5 persen. Ini sudah turun lagi dari kondisi puncak waktu di tengah covid-19 tahun lalu yaitu pada bulan Agustus 2020. Penurunan 0,58 persen dari sisi jumlah pengangguran yang berkurang sekitar 670 ribu orang," kata Menkeu dalam webinar Hadapi bersama Perubahan Iklim dan strategi Hijau, Selasa (14/12).

Di sisi lain, penyerapan tenaga kerja mengalami kenaikan sekitar 2,6 juta orang selama periode pemulihan ekonomi tahun 2021 ini, dan pertumbuhan angkatan kerja juga naik sebesar 1,4 persen.

Angka Kemiskinan Belum Turun Signifikan

Sementara, angka kemiskinan nasional pada Maret 2021 tercatat 10,14 persen atau 27,5 juta jiwa. Angka tersebut membaik dibandingkan September tahun 2020 yang mencapai 10,19 persen atau 27,6 juta jiwa.

"Penurunannya belum terlalu dalam. Oleh karena itu, Presiden dan kabinet sekarang memberikan perhatian khusus untuk kabupaten kabupaten dan daerah yang memiliki kantong kemiskinan absolut," ujar Menkeu Sri Mulyani.

Maka dari itu, pemerintah akan terus menggunakan instrumen APBN baik itu pajak seperti insentif atau pajak yang ditanggung pemerintah, maupun dari sisi instrumen belanja dalam bentuk hibah, subsidi dan dukungan belanja lainnya.

"Selain APBN menjadi instrumen utama untuk terus mendukung pemulihan ekonomi, APBN juga bekerja keras untuk membangun dan memulihkan fondasi-fondasi yang mengalami dampak luar biasa akibat covid-19, salah satunya pengangguran," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

Rekomendasi