Mekanisme Pembayaran Polis Jiwasraya Lewat Bantuan Empat BUMN
Merdeka.com - Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, mengungkap mekanisme pembayaran cicilan polis Jiwasraya melalui pembentukan anak perusahaan bernama Jiwasraya Putra. Nantinya anak perusahaan Jiwasraya itu akan menggandeng 4 badan usaha milik negara (BUMN) yakni PT Bank Tabungan Negara (BTN), PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dan PT Pegadaian.
"Mekanismenya selama ini pakai mekanisme bisnis, saya terangkan sekali lagi dengan membentuk Jiwasraya Putra, dengan support menggandeng distribution agreement dari keempat BUMN, itu artinya Jiwasraya Putra akan berjualan pada captive marketnya ke empat BUMN itu," ujar Hexana usai FGD dengan Fraksi Nasdem di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/1).
Hexana mengatakan, dengan pembentukan Jiwasraya Putra, Jiwasraya akan mendapatkan dana segar. Sementara, empat BUMN itu juga bakal mendapat pemasukan melalui kepemilikan saham usai membantu penjualan produk Jiwasraya Putra.
"Ini manfaat mereka. Mereka tidak keluar uang se-sen pun tapi mereka dikompensasi dengan saham," kata dia.
Selain itu, Jiwasraya akan secara bertahap mendivestasikan sahamnya di Jiwasraya Putra untuk membayar penyelesaian polis. "Jiwasraya menguasai lebih kurang 65 persen, dari 65 persen itu yang didivestasi kepada strategic partner, uang itu yang akan digunakan untuk membayar kewajiban kewajiban," kata Hexana.
Dia mengatakan, Jiwasraya akan mulai membayarkan polis nasabah secara bertahap atau cicil. Diharapkan kuartal pertama 2020 sudah mulai dilaksanakan pembayaran cicilan.
"Secara bertahap tergantung dari profitnya. Anda kan tau balances Jiwasraya tidak memungkinkan memenuhi (utang ke nasabah) itu. Jadi solusi untuk membayar adalah dari inisiatif-inisiatif yang kita kerjakan selama ini," kata Hexana.
4 BUMN Bakal Jadi Pemegang Saham Jiwasraya Putra
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKementerian BUMN mengungkapkan ada 4 BUMN siap menjadi pemegang saham Jiwasraya Putra. BTN nantinya akan memegang saham terbesar dibanding lainnya yakni KAI, Telkomsel, dan Pegadaian.
Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lain Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan kepemilikan BTN nantinya sekitar 20 persen. Telkomsel memegang 13 persen. Sementara, Jiwasraya akan memegang 64 persen.
"Sisanya yang lainnya," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta.
Tak hanya bertindak sebagai pemegang saham, 4 perusahaan ini nantinya akan bertindak juga sebagai distributor dari produk-produk yang dijual oleh Jiwasraya Putra ini.
"Tergantung dari bisnis yang nanti akan dikembangkan, sesuai dengan kajian dari Milliman sudah disetujui oleh para direksi dan kita sudah mempertimbangkan semua produk yang ada ke depan apa saja nanti yang akan keluar angka berapa pasti pemegang saham," jelas dia.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya