Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial, Sahabuddin, mengatakan hingga saat ini total bantuan makanan yang sudah disalurkan oleh Kemensos bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala mencapai Rp 37 miliar.
Selain memberikan bantuan berupa logistik dan bahan makanan, pihaknya juga menurun 307 Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu kelancaran penanganan pascabencana.
"Sampai sekarang dari Kemensos, dari segi makanan saja sudah mencapai Rp 37 miliar," kata dia, dalam diskusi, di Kemenkominfo, Jakarta, Selasa (2/10).
"307 personil Tagana (Taruna Siaga Bencana). Ada di Petobo, Balaroa, Sigi, Donggala, Talise, kita sebar semua itu," lanjut dia.
Kemudian, ada pula tim khusus yang diturunkan untuk melakukan pendampingan secara khusus dalam proses pemulihan trauma (trauma healing) masyarakat.
"Tim pelayanan dukungan sosial, itu memberikan pelayanan kepada anak yang stres, orang yang depresi. Karena mereka bertanya-tanya, 'kenapa kita begini'. Tim DP (dukungan psikososial) ada dari perguruan tinggi, dari Kemensos. Kita gabung kita kirim," jelasnya.
Kemensos yang bertanggung jawab pada Kemenko PMK ini juga telah menyiagakan 9 dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pengungsi pascagempa dan tsunami, di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. "Layanan dapur umum, ada 9 dapur umum bisa menghasilkan 500 bungkus dalam 1 jam," kata dia.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan tambahan 3 dapur umum lagi. Ketiga dapur umum tersebut akan berlokasi di Parigi, Sigi, dan Donggala.
"Kementerian Sosial, lebih kepada dukungan logistik, layanan kebutuhan pokok dasar, seperti permakanan. Ada beras, dan ada juga makanan siap saji. Tinggal disebarkan," ujar dia.
Selain memasok bantuan dari luar Sulawesi, pihaknya juga memanfaatkan gudang-gudang penyimpanan Kementerian Sosial yang ada di sekitar wilayah yang terdampak bencana.
"Itu di sekitar Sulawesi Tengah, ada Gorontalo, Sulawesi Utara, ada Makasar. Di Makasar ada gudang kita, satu gudang ada makanan, pakaian, sudah kita siapkan kalau ada pengungsi, kalau ada bencana alam atau bencana sosial," tandasnya.