Kemenkes Sebut 80 Persen Klaim Rumah Sakit Untuk Perawatan Corona Telah Dibayarkan
Merdeka.com - Kementerian Kesehatan melaporkan sebanyak 600 rumah sakit telah mengajukan klaim pembayaran setelah menangani pasien Covid-19. Di mana, ada 1500 rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada pasien terjangkit virus corona.
"Sudah masuk yang mengajukan klaim sebanyak 600-an rumah sakit," kata Dirjen Pelayanan Kesehatan dan Rujukan Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR-RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/6).
Bambang mengatakan pemerintah telah memberikan uang muka dari jumlah klaim yang diajukan. Saat ini 80 persen klaim yang diajukan telah dibayarkan pemerintah.
"Sudah diberikan pembayaran uang muka dan 80 persen sudah dibayarkan," kata Bambang.
Bambang melanjutkan rata-rata biaya untuk satu pasien sekitar Rp 50 juta. Tentunya, biaya yang dikeluarkan bervariasi tergantung masa rawat inap pasien.
Biasanya pasien Covid-19 menjalani perawatan selama 8 hari. Tetapi ada juga pasien yang harus menjalani perawatan selama 38 hari. "Paling lama 38 hari dan ini mungkin yang menyebabkan mahal," kata Bambang.
Rincian Biaya Perawatan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSalah satu yang membuat biaya perawatan mahal karena mahalnya biaya alat pelindung diri (APD). Biaya paling murah di ruang perawatan isolasi tekanan negatif sebesar Rp 6,5 juta.
Setidaknya 50 persen dari biasanya tersebut hanya untuk APD. "sekitar 50 persen buat APD," kata Bambang.
Bambang menambahkan proses verifikasi klaim dilakukan lebih cepat yakni selama 3,5 hari dari target 7 hari. Lalu Pembayaran uang muka juga diberikan dalam 1,5 hari dari target 3 hari.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya