Uang

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Kurs Rupiah Tembus Rp17.500 per USD, Menkeu Purbaya: APBN Masih Relatif Aman

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan beban subsidi pemerintah masih bisa ditangani di tengah pelemahan nilai tukar.

{{caption}}
Kolabroasi BTN-MKP Bangun Standar Baru Ekosistem Layanan Keuangan Digital di Pariwisata Bali

Menurut Nixon, penguatan ekosistem wisata digital tersebut juga akan terintegrasi dengan Bale by BTN sebagai super apps milik perseroan.

{{caption}}
Menkeu Purbaya Ungkap Alasan Rombak Pejabat Ditjen Pajak, Termasuk Dua Orang Dibebastugaskan

Perombakan jabatan yang dilakukan bukan hanya berkaitan dengan angka restitusi pajak. Ini juga sebagai upaya untuk menertibkan pengambilan kebijakan.

{{caption}}
Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Ringgit dan Dolar Singapura, Ternyata Ini Penyebabnya

Tidak semua mata uang Asia mengalami nasib serupa. Ringgit Malaysia dan dolar Singapura justru relatif lebih stabil dibanding rupiah.

{{caption}}
Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Tak Mampu Angkat Rupiah dari Tekanan, Pengamat Beri Penjelasan Begini

Pertumbuhan ekonomi yang kuat biasanya menjadi sentimen positif bagi mata uang suatu negara. Namun kali ini, rupiah justru bergerak berlawanan arah.

{{caption}}
Ternyata Ini Faktor Buat Kurs Rupiah Anjlok Hingga Sentuh Level Rp17.500 per USD Hari Ini

Pelemahan rupiah kali ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Mulai dari memanasnya konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak dunia.

{{caption}}
Rupiah Anjlok ke Level Rp17.500 per USD, Dipicu Kekhawatiran Investor Terhadap Pasar Modal RI

Namun pada pukul 10.20 WIB, kurs rupiah telah menembus Rp 17.510 per USD berdasarkan data wise.com.

{{caption}}
Menkeu Purbaya Bicara soal Utang Whoosh: Keputusan Sudah Final, Administrasi Lelet

Menteri Keuangan Purbaya memastikan bahwa proses restrukturisasi utang untuk Kereta Cepat Whoosh akan segera selesai.

{{caption}}
INDEF Sarankan Pemerintah Perluas Insentif EV dan Energi Hijau

Indef menilai insentif kendaraan listrik dan energi terbarukan dapat memperkuat ekonomi Indonesia di tengah tekanan global sepanjang 2026.

{{caption}}
Pengamat Nilai Kenaikan Royalti Logam Bisa Gerus Profit Emiten Tambang

Rencana kenaikan tarif royalti logam dinilai berpotensi menekan laba emiten tambang dan memengaruhi pergerakan saham sektor pertambangan.