Investasi Rp33 T Proyek Hilirisasi Batubara Terbesar Kedua di 2022 Setelah Freeport
Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan investasi perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products pada proyek hilirisasi batubara menjadi yang terbesar kedua dari AS. Di mana, peringkat pertama ditempati investasi Freeport.
"Investas cukup gede ini yang kedua setelah Freeport yang paling besar untuk tahun ini," kata dia, Senin (24/1).
Dia menyebutkan proyek ini menelan investasi sebesar Rp 33 triliun yang semuanya dari Air Products. Serta lama pengerjaan proyek ini ditarget selama 30 bulan.
"Ini kerjasama dengan PTBA dengan Pertamina. Realisasi investasi Rp 33 triliun waktunya harusnya 36 bulan, tapi kami rapat kami minta 30 bulan," katanya.
Gasifikasi Batubara Pangkas Impor LPG
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebelumnya, Menteri Erick mengungkapkan proyek gasifikasi batubara dapat memangkas impor LPG sekaligus meningkatkan perekonomian nasional. Gasifikasi batubara memiliki nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro. Akan menghemat neraca perdagangan, mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, dan menghemat cadangan devisa.
Pertamina sendiri telah melakukan penandatanganan amandemen kerja sama dalam proyek gasifikasi batubara (DME Coal), Selasa (11/5).
Perjanjian ini sekaligus menjadi kesepakatan Processing Service Agreement (PSA) atas proses gasifikasi batu bara yang menjadi salah satu program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.
Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kerja sama ini. Dia menilai gasifikasi batu bara merupakan salah satu wujud meningkatkan perekonomian nasional secara umum. Selain memaksimalkan potensi yang dimiliki, proyek ini juga akan menghilangkan ketergantungan terhadap proyek impor.
Reporter: Arief Rahman
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya