Harita Grup bangun smelter nikel senilai Rp 4,25 triliun

Gandeng perusahaan China, Xinxing Ductile Iron Pipes Co, Ltd.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Harita Grup bangun smelter nikel senilai Rp 4,25 triliun
Tambang Nikel. a2.sphotos.ak.fbcdn.net

PT Megah Surya Pertiwi (PTMSP), anak usahaHarita Grup,telah memulai pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel (smelter) senilai USD 320 juta atau setara Rp 4,25 triliun di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Untuk pembangunan smelter ini, Harita menggandeng perusahaan China, Xinxing Ductile Iron Pipes Co, Ltd.

Senior GM Harita Grup Arif Perdanakusumah mengatakan smelter yang dibangun memerlukan daya listrik sebesar 120 megawatt (MW). Untuk menyuplai kebutuhan tenaga listrik tersebut, PTMSP akan membangun PLTU secara mandiri dengan kapasitas 3 x 40 MW sesuai kebutuhan smelter.

"Pembangunan konstruksi smelter dan sarana pendukungnya akan dimulai pada pertengahan 2015 dan diperkirakan berlangsung sekitar 24 bulan," ujar dia di Jakarta, Jumat (12/6).

Arif menegaskan kapasitas smelter tersebut mencapai 190 ribu ton per tahun. Smelter tersebut tidak hanya mendapatkan bahan mentah dari Harita tetapi dapat juga menerima suplai dari perusahaan-perusahaan pemegang IUP-OP Nikel lainnya di Halmahera Selatan.

"Dengan adanya pembangunan Smelter Nikel ini diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi yang baru di Halmahera Selatan, khususnya di Pulau Obi yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat lokal dan nasional, melalui pembayaran pajak dan non-pajak, penyerapan tenaga kerja, dan program pengembangan masyarakat," pungkas dia.

Rekomendasi