Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Aturan B20 dibuat agar Indonesia mandiri energi

Aturan B20 dibuat agar Indonesia mandiri energi Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Ahmad Erani Yustika. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Staf Khusus Kepresidenan, Ahmad Erani Yustika, mengatakan kebijakan pencampuran solar dengan minyak kelapa sawit atau biodiesel 20 persen (B20) sengaja dilakukan pemerintah agar Indonesia bisa mandiri dalam minyak dan gas (migas). Pemerintah ingin membentuk kemandirian migas sehingga tidak banyak terpengaruh dengan kenaikan harga minyak dunia saat ini.

"Sekarang adalah momentumnya. Ketika harga minyak naik, bagi pemerintah ada urgensi untuk kebijakan ini jalan, sehingga bisa mengurangi kebutuhan impor kita dari segi migas," ucapnya saat berbincang dengan rekan wartawan di Bakoel Koffie, Jakarta, Rabu (19/9).

"Kita punya sumber daya yang luar biasa untuk mendirikan kemandirian migas," tambah Erani.

Menurutnya, aturan itu baru bisa diterapkan saat ini lantaran masyarakat Indonesia cenderung lama beradaptasi dalam menerima hal baru. "Masyarakat di Indonesia dalam mengadopsi hal-hal yang baru cenderung tidak mudah. Dulu, kalau kita perhatikan, waktu perubahan pembayaran tarif tol jadi e-toll, masyarakat terdidik pun masih belum terbiasa. Perlu waktu untuk sosialisasi," paparnya.

Menurutnya, hal yang paling pokok dari kebijakan ini ialah dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa banyak keuntungan yang didapat jika keputusan ini diterapkan. "Contohnya, kayak petani kelapa sawit. Mereka bakal dapat untung banyak dengan B20 ini," ungkap dia.

Dia menyebutkan, pemerintah memang masih perlu terus mensosialisasi aturan B20 agar masyarakat luas mau dan paham akan kegunaannya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP