5 Alasan Dahlan turunkan harga elpiji 12 Kg
Merdeka.com - Tahun baru berganti, masyarakat langsung dikejutkan oleh kenaikan harga elpiji 12 Kilogram (Kg). PT Pertamina , pada tanggal 1 Januari pukul 00.00, memutuskan menaikkan harga sebesar Rp 3.959 per Kg.
Vice President Corporate Communication Pertamina , Ali Mundakir, mengungkapkan kenaikan tersebut menyusul tingginya harga pokok LPG di pasar dan turunnya nilai tukar Rupiah yang menyebabkan kerugian perusahaan semakin membesar.
Menurutnya, harga yang berlaku saat ini merupakan harga yang ditetapkan pada Oktober 2009 yaitu Rp 5.850 per Kg. Sedangkan harga pokok perolehan kini telah mencapai Rp 10.785 per Kg.
"Dengan kondisi ini maka Pertamina selama ini telah 'jual rugi' dan menanggung selisihnya. Sehingga akumulasi nilai kerugian mencapai Rp 22 triliun dalam 6 tahun terakhir," katanya.
Langkah korporasi Pertamina ini sontak membuat gaduh seluruh elemen negara. Pemerintah, meski sudah mengetahui rencana ini dari tahun lalu, bertingkah seperti 'kebakaran jenggot' mendapat penolakan dari masyarakat.
Mengapa begitu? Wakil Ketua BPK Hasan Bisri mengungkapkan, sebelum menaikkan harga elpiji, Pertamina telah mengirim surat sebanyak delapan kali ke pemerintah untuk meminta restu menaikkan harga elpiji 12 Kg. Sayangnya, pemerintah sempat lambat merespon dengan alasan waktunya belum tepat.
Saat ini, saat Pertamina mengambil langkah, hasilnya langsung bisa dilihat, 6 hari berselang, pemerintah melalui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung cepat merespon dengan menyatakan akan memerintahkan perusahaannya yakni Pertamina untuk menurunkan harga jual elpiji 12 Kg.
Pasca rapat bersama Menko Perekonomian Hatta Rajasa , Menteri ESDM Jero Wacik , Ketua BPK Hadi Purnomo , dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan, Dahlan mengumumkan kenaikan harga elpiji 12 Kg besok akan turun menjadi hanya Rp 1.000 per Kg.
Lalu apa saja pertimbangan pemerintah untuk menurunkan besaran kenaikan harga elpiji 12 Kg? Berikut merdeka.com akan menyuguhkannya bagi pembaca terhormat.
Arahan SBY
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Susilo Bambang Yudhoyono mengapresiasi langkah Pertamina yang akhirnya menaikkan harga elpiji 12kg 'hanya' Rp 1.000 per kg bukan Rp 3.959 per kg. SBY mengatakan respons Pertamina cukup cepat dan patuh sesuai arahannya.
"Presiden mengapresiasi mekanisme RUPS dan pihak-pihak terkait baik Kementerian BUMN dan Pertamina yang cepat merespon arahan Presiden," ujar staf khusus Presiden, bidang Ekonomi dan Pembangunan, Teuku Firmansyah.
Menurut Firmansyah, kenaikan Rp 1.000 per kg sudah sesuai dengan arahan SBY saat di Halim Perdanakusuma Minggu (5/1). "Sudah sesuai dengan arahan Presiden di Halim. Kalau kenaikannya seperti itu, kerugian Pertamina bisa dikurangi," tuturnya.
Besaran kenaikan terlalu tinggi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, mengakui kenaikan harga elpiji 12 Kg ini terlalu tinggi. Keputusan Pertamina ditentang masyarakat, menteri bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa berharap Pertamina bisa meninjau ulang kebijakan menaikkan harga elpiji 12 Kg ini. Dalam peninjauan kembali harga elpiji 12 Kg ini, Hatta bersama wakil pemerintah lain meminta rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar kerugian Pertamina tidak membesar dikarenakan dilarangnya menaikkan harga.
"Pertamina itu BUMN. Dalam UU BUMN disebut BUMN 100 persen saham pemerintah. Kemudian tidak ada yang salah dalam prosesnya. Tapi Pertamina baiknya meninjau kembali (kenaikan memberatkan)," ucap Hatta.
Tidak membebani masyarakat
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik, mengakui harga baru elpiji cukup memberatkan masyarakat kelas menengah. "Kepentingan rakyat akan di dengar karena ini sangat sensitif walaupun itu tidak disubsidi. Bayangkan ibu-ibu, warung makan, warung nasi. Walaupun 3 Kg sudah normal karena disubsidi," ucap Jero di Gedung BPK, Senayan, Jakarta.
Sementara Menteri BUMN Dahlan Iskan memaklumi permintaan Presiden SBY untuk menurunkan harga jual elpiji 12 Kg karena cukup memberatkan masyarakat. "Presiden menghendaki jangan setinggi itu walaupun kata Dirut Pertamina kenaikan itu Pertamina masih rugi Rp 2 triliun," tutupnya.
Masih ada cara tutupi kerugian selain menaikkan harga
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenurut Dahlan, masih ada cara lain selain kenaikan harga jual untuk menutupi kerugian PT Pertamina dalam bisnis elpiji 12 Kg ini. Maka dari itu, hari ini pihaknya berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait kenaikan harga.
Dahlan mencari rekomendasi lain selain menaikkan harga untuk menutupi kerugian Pertamina. "Kita cari ada rekomendasi selain elpiji naik. Mungkin ada perbaikan yang lain di Pertamina atau elpiji naik tapi naiknya tidak besar," tegas Dahlan.
Takut bangkrut
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDalam polemik kenaikan harga jual elpiji 12 Kg ini, BPK tetap bersikeras agar Pertamina menaikkan harga jual. Meski kenaikan tidak signifikan namun cukup membantu untuk mengurangi kerugian.
Sebab jika kerugian ini terus dibiarkan, meskipun dikenal sebagai BUMN besar, PT Pertamina bakal bangkrut juga. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua BPK Hasan Bisri saat dihubungi merdeka.com, Senin (6/1).
"Rekomendasi BPK adalah agar Pertamina menaikkan harga jual elpiji non-subsidi, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat," ujarnya.
Baca juga:Bos Pertamina: Harga gas elpiji 12 Kg akan terus naikHarga gas 12 Kg tinggi gara-gara besarnya imporPertamina tambah pasokan gas 3 KgLaporkan agen yang jual elpiji 12 kg di atas Rp 120.000Kerugian Pertamina tahun ini ditaksir capai Rp 6,247 triliun
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya