Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa diusulkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjadi calon tunggal Panglima TNI. Bahkan telah disetujui oleh Komisi I DPR RI. Usai dirinya menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI.
Hal itu lantas membuat bursa calon Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ramai diulas. Sejatinya, banyak jenderal bintang tiga yang mumpuni. Tapi ada dua nama yang digadang-gadang berpeluang besar.
Kedua jenderal tersebut diprediksi akan bersaing sengit. Sosoknya ialah Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman dan Kasum Letjen Eko Margiyono.
Simak ulasang selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Sosok yang Jago Istana
Pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studios (ISESS), Khairul Fahmi menimbang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenderal bintang tiga mumpuni.
Berdasarkan catatan, Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Dudung memiliki nilai lebih. Apalagi sosoknya yang dikenal sebagai 'jago istana'. Lantaran dekat dengan Istana.
"Di atas kertas, nama Pangkostrad Dudung Abdurachman memang diunggulkan dinilai sebagai jago Istana," kata Khairul.
Meski begitu, tak menutup peluang Kasum Eko. Ia juga memiliki kapabilitas dan kelayakan. Ditambah lagi jenjang karier di militer masih panjang.
"Tapi saya kira Kasum TNI Eko Margiyono bukan tidak mungkin karena masa aktifnya lebih panjang dan dari segi kapabilitas saya kira juga sangat layak," imbuhnya.
Advertisement
Berpeluang Besar jadi Panglima
Lebih lanjut, Khairul menjelaskan ada banyak kelayakan yang patut diperhitungkan. Selain itu, mempertimbangkan pembaruan semangat di TNI AD.
Sekaligus melihat ke depan. Sosok Kasad baru ini akan berpeluang besar untuk menjadi Panglima TNI setelah Jenderal Andika.
"Selain itu, pergantian Kasad ini juga harus mempertimbangkan proyeksi regenerasi kepemimpinan TNI. Karena siapa pun yang menjabat nanti, mestinya akan berpeluang juga menjadi Panglima TNI setelah Andika," terangnya.
Advertisement
Kemungkinan Kecil dari Segi Usia
Menurutnya, terdapat hal yang masih jadi pertimbangan mengenai Letjen Dudung. Kasusnya mirip dengan Kasal Yudo Margono yang terhempas dari calon Panglima TNI. Lantaran segi usia.
Masa aktif Letjen Dudung di militer harus usai di akhir tahun 2023. Sementara Letjen Eko, masih dua tahun lebih muda darinya. Sehingga memberi nilai tersendiri.
"Dudung tidak diuntungkan dari segi usia. Masa aktifnya akan berakhir pada November 2023, sama seperti Yudo Margono, artinya, akan kecil kemungkinan untuk menguat di bursa Panglima," pungkasnya.
Advertisement
Profil Letjen Dudung Abdurachman
Letnan Jenderal Dudung Abdurachman diusung sebagai calon kuat, yang bisa menggantikan posisi Jenderal Andika Perkasa sebagai orang nomor satu di TNI AD.
Ia merupakan perwira tinggi yang saat ini masih mengemban tugas sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Sebelum jadi Pangkostrad, ia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta.
Dudung merupakan alumni Akmil Magelang 1988 dari kecabangan Infanteri atau pasukan tempur darat utama.
Silsilah keluarga Dudung, ia termasuk keturunan Sunan Gunung Jati dari P Sumbu Mangkurat Sari. Orangtuanya sendiri adalah seorang PNS di lingkungan Bekangdam VI/Siliwangi.
Advertisement
Profil Letjen Eko Margiyono
Nama Letjen Eko Margiyono juga termasuk calon kuat pengganti Jenderal Andika Perkasa sebagai Kasad. Saat ini ia masih mengemban amanat sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI).
Ia merupakan lulusan Akmil 1989 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Sebelum menjadi Kasum TNI, jenderal bintang tiga ini menjabat sebagai Pangkostrad.
Perwira berusia 54 tahun ini, menjadi salah satu calon kuat yang mungkin menggantikan posisi Andika menduduki kursi orang nomor satu di Angkatan Darat.