Astronomi
Berita Utama
-
astronomi Fenomena Langka! Gerhana Bulan Total Maluku Utara Bisa Disaksikan Pukul 00.26 WIT, Catat Waktunya!
-
astronomi UMSU Gelar Live Streaming Fenomena Langka Harvest Blood Moon: Gerhana Bulan Total Kolaborasi Empat Negara
-
-
astronomi Fenomena Langka! Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' Hiasi Langit Indonesia 7 September 2025: Jangan Sampai Terlewat!
-
astronomi Fenomena Langka: Gerhana Bulan Total atau 'Blood Moon' Akan Hiasi Langit Sumsel 7-8 September 2025
-
astronomi BMKG Prediksi Puncak Gerhana Bulan Total di Bali 8 September, Bulan Akan Berwarna Merah Darah!
-
aceh Fakta Unik: Gerhana Bulan Total 'Blood Moon' Terlama Sejak 2022 Akan Lintasi Langit Aceh, Kemenag Imbau Shalat Khusuf
-
arkeologi Ilmuwan Temukan Bukti Orang Mesir Kuno Sudah Mampu Menggambar Galaksi Bima Sakti Sejak 5000 Tahun Lalu
-
-
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Singgung Pertanggungjawaban di Akhirat
-
Reaksi Kuasa Hukum Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun oleh Jaksa
-
Alasan Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara
-
Nadiem Makarim Bantah Kenaikan Harta Rp4,87 T Terkait Korupsi Chromebook, Sebut Nilai IPO GOTO
-
Dituntut Ganti Rp5,6 Triliun, Peningkatan Kekayaan Nadiem Makarim Dinilai JPU Tak Seimbang dengan Penghasilan
Berita Utama Lainnya
Ceres terletak di Sabuk Asteroid, yaitu area di tata surya yang berada di antara orbit Mars dan Jupiter.
Bintang terbentuk dari gas yang menyala, seperti hidrogen dan helium, yang terletak di antara bintang-bintang di galaksi.
Para ilmuwan meyakini keberadaan riak air ini memberikan tambahan bukti mengenai proses bertahap hilangnya air di Mars.
Venus menarik minat para peneliti karena karakteristik uniknya.
Dalam kenyataan, mungkin terdapat planet lain yang mirip dengan Bumi, salah satunya adalah Kepler-62f.
Anomali ini merujuk pada kejadian atau fenomena yang sulit dijelaskan dengan pengetahuan ilmiah yang ada saat ini.
Ahli astronomi menemukan bagian kepala komet tidak lagi menjadi bagian yang paling bercahaya.
Pemetaan sumber air di Bulan akan memudahkan NASA dalam menentukan lokasi yang tepat untuk misi pendaratan manusia di masa depan.
Galaksi-galaksi tersebut tampak tersusun dalam formasi yang hampir ideal.
Pada 16 Januari 2025, bulan tidak memproduksi cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya dari matahari.