Amerika Serikat

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
AS Beri Sanksi Otoritas Khusus Iran yang Kendalikan Pelayaran Selat Hormuz

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

{{caption}}
Rupiah Tertekan hingga Rp17.870, Ekonom Nilai BI Kewalahan Stabilkan Rupiah

Pada perdagangan hari ini, rupiah disebut telah melemah sekitar 70 poin ke level Rp17.870 per dolar Amerika Serikat (AS).

{{caption}}
Draf Kesepakatan AS-Iran Bocor, Iran-Oman Disebut Akan Atur Selat Hormuz

Media Iran melaporkan bahwa draf kesepakatan dengan Amerika Serikat mencakup rencana untuk mengelola Selat Hormuz secara bersama-sama dengan Oman.

{{caption}}
Trump Ultah ke-80, Gedung Putih Diubah Jadi Arena UFC

Gedung Putih kembali menarik perhatian publik setelah dibangunnya arena UFC sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Donald Trump.

{{caption}}
Presiden Iran Nyatakan Siap Akhiri Konflik di Timur Tengah

Pezeshkian mengatakan sudah saatnya Washington menunjukkan kesungguhan untuk perdamaian.

{{caption}}
Iran Tuding AS Langgar Gencatan Senjata, Konflik di Timur Tengah Semakin Memanas

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa terjadi ledakan di kota pelabuhan Bandar Abbas, yang terletak dekat dengan Selat Hormuz, semalam.

{{caption}}
Presiden Iran Perintahkan Buka Kembali Akses Internet Internasional

Mekanisme yang menjelaskan kapan dan bagaimana Iran akan kembali terhubung ke jaringan internet global setelah keputusan tersebut masih belum terungkap.

{{caption}}
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran

Militer Amerika Serikat membela tindakan yang diambilnya dengan alasan bahwa itu merupakan langkah untuk melindungi diri sendiri.

{{caption}}
Intelijen AS Klaim Mojtaba Khamenei Hanya Bisa Dihubungi Lewat Kurir Rahasia

Siapakah kurir rahasia yang menurut laporan intelijen AS dapat menjalin komunikasi dengan Mojtaba Khamenei?

{{caption}}
Rusia dan China Perluas Operasi Intelijen di Kuba Pantau Militer AS, Washington Siaga Penuh

Hal itu memicu kecemasan baru terkait aktivitas mata-mata asing yang berada dekat dengan wilayah AS.