Perkembangan UMKM, khususnya di wilayah Sumatra Utara saat ini beralih ke sekitaran kawasan Geopark dan wilayah pertambangan. Dengan beralih ke kawasan tersebut, diharapkan mampu menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian di Sumut.
Menurut Wakil Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut, Sri Ayu Mihari mengatakan, dalam mengembangkan UMKM di kawasan Geopark maupun pertambangan tersebut sangat diperlukan pelatihan kepada pelaku UMKM.
"Untuk itu, pelatihan ini sangat penting diberikan kepada para pelaku UMKM yang berada di kawasan Geopark. Terlebih UMKM kita sempat terpuruk karena Pandemi, mulai saat ini kita harus kembali bangkit," ucap Sri Ayu Mihari mengutip dari situs resmi Pemprov Sumut, Senin (15/5).
Pelatihan yang digelar Dekranas itu bertema "Workshop Pengembangan UMKM di Wilayah Pertambangan dan Kawasan Geopark" telah berlangsung mulai dari tanggal 11 hingga 16 Mei 2023 bertempat di Hotel Ina Darma Deli, Kota Medan.
Advertisement
Berikan Edukasi
Diterangkan Sri Ayu, tujuan pelaksanaan pelatihan bagi pelaku UMKM ini guna memberikan edukasi mengenai bagaimana mengolah material seperti bambu, purun, pandan duri, serta limbah plastik dan kayu untuk dijadikan produk untuk wisatawan domestik dan mancanegara dengan harga jual tinggi.
"Dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia, khususnya pelaku UMKM industri kreatif di kawasan Geopark dan pertambangan, Dekranas bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara (PPSDM Geominerba), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM ESDM) untuk menyelenggarakan workshop ini," ucap Ayu.
Sri Ayu juga berharap, para peserta pelatihan bisa menyerap ilmu yang telah diberikan dan bisa berbagi pengalaman tersebut ke daerah masing-masing.
"Saya ucapkan terima kasih kepada instruktur, dan kepada Bapak/Ibu Dekranas Pusat dan juga Kementerian ESDM sebagai penyelenggara kegiatan ini," tambahnya.
Advertisement
Produk Coiling Bambu
Dalam pelatihan itu, Sri Ayu mengungkapkan salah satu produk yang menjadi sorotan dan berpotensi mendapatkan peluang ekonomi yang besar adalah Coiling Bambu. Beberapa pelaku UMKM sudah mulai berinovasi dalam memanfaatkan bahan bambu menggunakan teknik tersebut.
"Para peserta yang selama ini menggunakan bahan bambu termotivasi untuk melakukan inovasi menggunakan Coiling Bambu yang nilainya lebih tinggi dari produksi sebelumnya," ujarnya.
Produk Coiling adalah sebuah teknik dengan cara melilitkan yang dapat dilakukan dengan proses melingkar dari arah kiri dan ke kanan. Diharapkan dengan menggunakan teknik tersebut produk UMKM di Sumut bisa bersaing di pasar nasional hingga internasional.
"Sebab bahan baku dan SDM cukup banyak, kami harapkan untuk selanjutnya Dekranas Pusat bisa memperhatikan kerajinan Sumut agar mampu bersaing di skala nasional maupun internasional," tutup Sri Ayu.