Warga Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombanan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan dihebohkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh SSP. Gadis yang masih duduk di kelas 2 SMK ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun rumput. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (24/3).
Kapolsek Batang Angkola Iptu Raden Saleh membenarkan peristiwa bunuh diri tersebut. Pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.
"Masih dalam penyelidikan. Pihak keluarga korban belum dapat wawancarai apa penyebabnya," kata Raden Saleh seperti dilansir dari Antara.
Advertisement
Camat Tano Tombangan Indra Sakti menjelaskan, korban diketahui nekat meminum racun pada Selasa (23/3) sore sekira pukul 17.30 WIB.
"SSP minum racun rumput merk Spretox di rumahnya sendiri, persisnya di kamar mandi korban. Diduga karena frustasi soal cinta," jelas Indra Sakti.
Advertisement
Sebelum mengembuskan napas terakhir pada Rabu (24/3) siang sekitar pukul 12.45 WIB, korban sempat dibawa ke Puskesmas Batu Horpak.
"Dari situ korban dibawa ke Rumah Sakit Swasta Meta Medika Padang Sidempuan yang kemudian kembali dirujuk ke RSUD Padang Sidempuan dan akhirnya meninggal tadi siang," jelasnya.
Korban kini disemayamkan di rumah duka di Desa Sisoma, Kecamatan Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan sebelum dimakamkan.
Advertisement
Terkait kejadian ini, JJ Manik, salah seorang warga Tano Tombangan meminta pemuka-pemuka agama untuk secara proaktif melakukan sosialisasi mental dan spiritual kepada warga Tano Tombangan secara umum. Alasannya, ini bukan kali pertama terjadi kasus bunuh diri di desa tersebut.
"Alasan kita sederhana, soalnya dalam empat bulan belakangan sudah tiga warga di desa yang sama yakni Desa Sisoma yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Ada yang meminum racun dan gantung diri," jelasnya.