Merdeka.com tersedia di Google Play


Ramdansyah berkukuh putusan DKPP tidak final dan mengikat

Reporter : Baiquni | Selasa, 7 Mei 2013 15:42


Ramdansyah berkukuh putusan DKPP tidak final dan mengikat
panwaslu ramdansyah. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Mantan Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah berkukuh seharusnya putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait pelanggaran kode etik KPU dan Bawaslu tidak bersifat final dan mengikat.

Dia mengatakan, berdasarkan dissenting opinion yang dikeluarkan oleh salah satu hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kewenangan DKPP tidak bersifat absolut.

"Kewenangan absolut terkait dengan keputusan DKPP dan ditindaklanjuti oleh Bawaslu. Itu bukan keputusan lembaga yang bersifat final, konkret dan individual. Artinya, ketika DKPP memberhentikan dan mewajibkan Bawaslu untuk menindaklanjuti tanpa reserve ini ada persoalan hukum," ujar Ramdansyah di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/5).

Ramdansyah mengatakan, tidak adanya jalan melakukan banding terhadap putusan DKPP justru menghilangkan kedudukan KPU dan Bawaslu sebagai lembaga Tata Usaha Negara (TUN).

"Ketika tidak ada upaya banding maka kedudukannya KPU dan Bawaslu dimana?" gugat Ramdansyah, yang dipecat oleh DKPP lantaran terbukti melanggar kode etik dalam Pilgub DKI 2012 ini.

Selanjutnya, Ramdansyah menegaskan, kedudukan DKPP tidak lebih tinggi dari KPU dan Bawaslu. Sehingga, menurut dia, seharusnya putusan DKPP dilihat sebagai rekomendasi, bukan sebagai langkah absolut yang harus dijalankan.

"DKPP itu satu kesatuan unit. Oleh karena itu, penyelenggara pemilu adalah pejabat tata usaha negara dan setiap membuat keputusan itu bisa digugat," pungkas Ramdansyah.

[ren]

KUMPULAN BERITA
# Mahkamah Konstitusi

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Mahkamah Konstitusi, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Mahkamah Konstitusi.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
Most Viewed Editors' Pick Most Comments

TRENDING ON MERDEKA.COM

LATEST UPDATE
  • Kertas suara dicoblos KPPS, warga Tentena mencoblos ulang
  • Perbanas: Menutup Bank Century lebih mahal dari menyelamatkan
  • ADATA rilis wireless inductive charging stand untuk smartphone
  • Semakin brutal, MV Agusta Brutale 800 Dragster 2014
  • Harga emas turun Rp 4.000 per gram
  • 4 Serangan Guruh Soekarnoputra ke Jokowi
  • Apa Jadinya Elsa Frozen Kalau Gabung X-Men?
  • Rahudman dijebloskan, saksi minta pindah dari Rutan yang sama
  • Kisah para capres dan cawapres berbaret Kopassus TNI AD
  • Puskesmas di Samarinda juga buka konsultasi untuk caleg stres
  • SHOW MORE