Prabowo Sebut Pertahanan Indonesia Lemah, Jokowi Jelaskan Gelar Pasukan '4 Titik'
Merdeka.com - Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto menilai pertahanan dan keamanan sangat penting bagi negara. Saat ini kondisi pertahanan ini di mata Prabowo masih jauh dari harapan.
"Saya menilai pertahanan Indonesia terlalu lemah, jauh dari yang diharapkan. Kenapa? Karena kita tidak punya uang," kata Prabowo saat debat keempat di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3).
Prabowo juga sempat mengutip sejarawan Yunani mengenai 'yang kuat akan berbuat sekehendaknya, yang lemah harus menderita'. Menurutnya, negara yang sangat kuat bisa berkehendak sesuka mereka.
"Karena itu kita harus menjaga keuangan kita. Ke mana keuangan kita? Keuangan kita, kekayaan kita, harta kita tidak tinggal di Indonesia, karena itu kita lemah," tuturnya.
Menjawab itu, Jokowi mengatakan pentingnya gelar pasukan yang terintegrasi. "Artinya kita tidak Jawa-sentris. Oleh sebab itu saya perintahkan Menhan dan Panglima untuk membangun Divisi III, yang telah mulai bekerja. Divisi III Kostrad di Gowa, komando udara di Biak, kemudian armada tiga angkatan laut di Sorong, ini sudah dalam proses pembangunan yang akan jadi," jelasnya.
Selain itu, gelar pasukan juga dilakukan di empat titik penting yakni Natuna sebelah barat Indonesia, Morotai sebelah timur, Saumlaki sebelah selatan dan Biak.
"Apa yang kita harapkan titik-titik yang ada di pinggir negara terjaga adanya radar maritim, radar udara sudah kuasai 100 persen, ada 19 titik terkonteksi ada 19 titik tersambung," tuturnya.
Soal anggaran, kata Jokowi, di Kemenhan sudah Rp 107 triliun nomor dua setelah kementerian pekerjaan umum (PU). "Perhatian kita terhadap pertahanan bukan main-main, ada yang kurang kita perbaiki. Saya optimis radar maritim sudah 100 persen. Ketika ada yang masuk teritori akan ketahuan," tandasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya