Prabowo Pernah Bicara 4 Mata dengan SBY Bahas Jatah Menteri Demokrat
Merdeka.com - Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean membenarkan bahwa pernah ada pembahasan secara empat mata antara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Capres Prabowo Subianto. Pertemuan itu membahas kompensasi dari dukungan Demokrat ke Prabowo dan Sandiaga Uno.
"Yang pasti dulu Pak SBY pernah bicara empat mata dengan Pak Prabowo terkait dengan kompensasi-kompensasi lah kouta (menteri) kita sebut ya yang tahu itu hanya Pak SBY dan Pak Prabowo," kata Ferdinand pada wartawan, Senin (1/4).
Meski begitu, Ferdinand mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut di internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) untuk membahas jumlah kursi menteri. Sebab, BPN masih fokus melakukan pemenangan Pilpres terlebih dahulu.
"Sekarang terlalu dini lah kita bicara kouta-kuota menteri kita kerja keras dulu memangkan pilpres supaya hasilnya memuaskan semua pihak," ungkapnya.
Sedangkan terkait ucapan Direktur Komunikasi dan Media Hashim Djojohadikusumo yang mengatakan jumlah kursi menteri untuk Demokrat masih dipertimbangkan, Ferdinand menganggapi santai. Dia menilai Hashim belum tahu persis pembicaraan SBY dan Prabowo.
"Jadi kalau Pak Hashim bilang masih dipertimbangkan, ya saya anggap itu mungkin tidak enak saya tidak tahu. Jadi mungkin Pak Hashim belum tahu pembicaraan antara SBY dan Prabowo," ucapnya.
Sebelumnya, Hashim mengaku telah membahas nama-nama calon menteri bersama Capres Prabowo Subianto. Namun, adik kandung Prabowo itu masih merahasiakan nama-nama calon menteri tersebut.
"Dengan saya ada. Saya kira itu antara saya dengan kakak saya," kata Hashim saat ditemui di Ayana Midplaza Hotel, Jakarta Pusat, Senin (1/3).
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengungkapkan, Prabowo menyiapkan tujuh kursi menteri untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan enam kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Sementara, jatah untuk Partai Demokrat dan Berkarya masih dalam pembahasan.
"Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri untuk PAN, enam untuk PKS, partai lain masih diskusi. Itu sudah jelas. Demokrat belum definitif," ungkap Hashim.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya