Partai Amanat Nasional (PAN) belum memutuskan kemana arah koalisi dalam Pemilihan Presiden 2019. Saat ini, penjajakan dan komunikasi politik terus dilakukan dengan parpol-parpol lain. Termasuk komunikasi dengan parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi).
Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan mengakui Jokowi berpeluang besar kembali menang dalam Pilpres 2019 karena berstatus sebagai petahana. Pada saat Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu dengan seluruh kader DPD se-Indonesia dan tokoh agama pada Senin (26/3) malam, Zulkifli mengaku tak diundang. Namun bukan berarti pihaknya menjauh dari partai oposisi dan mengarahkan dukungan ke Jokowi.
"Maksudnya mendukung Pak Jokowi kan gitu? Lah memang saya mendukung Pak Jokowi, kan koalisi. (Maksudnya) 2019 nanti? Ya itu penjajakan dulu. Ketemu-ketemu dulu. Pak Jokowi tentu kan peluangnya, incumbent, besar. Itu juga tentu menjadi pertimbangan," jelasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/3).
Ia juga mengatakan PAN bukan bagian dari koalisi Gerindra sehingga ia tak hadir dalam pertemuan di rumah Prabowo tersebut. "Ya memang bukan bagian PAN kan, kan kami lain lagi," ujarnya.
Zulkfili mengatakan pihaknya juga telah bertemu dengan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan pimpinan parpol lain. Bulan-bulan ini menurutnya banyak pertemuan informal antara para pimpinan parpol membahas Pilpres 2019.
"Saya sudah mengatakan, pertemuan-pertemuan informal saya kira bulan ini. Nah bulan depan sudah delegasi, kayak diplomasi resmi gitu lah bahasa kerennya. Jadi formal. Jadi mungkin nanti saya bawa tim dari PAN ke partai lain mungkin sudah resmi hubungannya," jelasnya.
Bulan ini merupakan masa penjajakan parpol sebelum memutuskan arah koalisi. Ketua MPR ini mengatakan pihaknya akan menyamakan persepsi dengan parpol lain bagaimana melihat masa depan Indonesia.