Sejak tahun politik bergulir, para anggota DPR mulai disibukkan dengan kegiatan kepartaian. Salah satunya dengan lebih fokus melakukan pemetaan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.Kondisi itu berpengaruh pada aktivitas di gedung parlemen. Dari beberapa ruang rapat komisi DPR terlihat kosong. Ruangan yang biasa digunakan rapat oleh para wakil rakyat terlihat sepi. Bahkan, tak jarang rapat paripurna hanya dihadiri 50 persen dari anggota DPR.Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, anggota dewan mulai mengabaikan kepentingan rakyat. Hal ini patut dipertanyakan."DPR yang sekarang mesti diperbaiki. Mereka (DPR) sudah tuli," kata Iberamsjah saat dihubungi, Rabu (3/4).Dia menuturkan, beberapa anggota dewan yang mulai bermanuver demi kepentingan diri sendiri tidak boleh lagi dipilih oleh rakyat. Sebab, kata dia, kinerja para anggota dewan itu jelas sudah tidak maksimal."Anggota DPR yang sekarang jangan dipilih lagi. Kerja tidak becus," imbuhnya.Sebelumnya diberitakan, Badan Kehormatan (BK) DPR melayangkan teguran kepada sembilan Fraksi di DPR. Itu terkait maraknya anggota DPR bolos saat rapat komisi menjelang pemilu tahun depan.Wakil Ketua BK DPR Siswono Yudhohusodo mengatakan, untuk mengantisipasi banyaknya anggota DPR bolos, BK telah memberikan surat teguran kepada sembilan fraksi di DPR. Tujuannya agar tidak melakukan kampanye saat hari kerja.Siswono juga mengusulkan agar sembilan fraksi hanya memanfaatkan waktu libur untuk turun ke daerah pemilihan (dapil)."Lebih-lebih jangan menggunakan hari Selasa, karena ada pembahasan undang-undang," kata dia.
Kerja tidak becus, DPR sekarang jangan dipilih lagi
"DPR yang sekarang mesti diperbaiki. Mereka (DPR) sudah tuli," kata Iberamsjah saat dihubungi.
Rekomendasi