Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Pouyono mengkritik keras Ketua Kogasma Demokrat, Agus Yudhoyono belum layak mendampingi Prabowo memimpin negeri. Hal itu pun membuat panas telinga Ketum Prabowo Subianto. Buntutnya, Majelis Kehormatan partai Gerindra hari ini Rabu (1/8) menggelar sidang untuk membahas Arief dan beberapa masalah lain.
Sidang ini dikonfirmasi oleh Ketua DPP Bidang Advokasi dan Hukum partai Gerindra, Habiburokhman. Namun, Habiburokhman tak membeberkan hasil sidang kehormatan tersebut.
"Salah satunya yang dibahas soal pak Arief Pouyono dan masalah-masalah lain. Cuma kalau Majelis Kehormatan kan sifatnya rekomendasi, jadi putusannya disampaikan ke pak Prabowo," ujar Habiburokhman di DPP partai Gerindra Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/8).
Sidang hari ini juga bukan semata-mata membahas perkara Arief. Habiburokhman menjelaskan rapat majelis kehormatan partai merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di DPP Gerindra.
"Ini sidang-sidang reguler biasa, bukan khusus menyidangkan pak Arief, itu (Arief) bukan seseorang yang spesial juga, bukan istimewa pak Arief itu, orang biasa-biasa aja," ujarnya.
Habiburokhman juga mendapat informasi bahwa Arief Pouyono telah menyampaikan maaf kepada ayah AHY yakni ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, perkara ini sudah selesai.
"Saya dengar si sudah (minta maaf). Walaupun dia punya jalur khusus sendiri ke pak SBY, jadi ya kita kan namanya partai politik ada kesalahan-kesalahan juga, minta maaflah," katanya.
"(Arief) sudah klarifikasi ke keluarga AHY tadinya si ke beberapa petinggi Demokrat juga, nggak ada masalah juga ya. Tapi kan memang pak Prabowo juga sudah menyampaikan teguran ya beliau patuh gitu aja," tandas Habiburokhman.
Untuk diketahui, Arief berpendapat bahwa peluang AHY mendampingi Prabowo kecil karena belum memiliki pengalaman di pemerintahan. Oleh karenanya, Demokrat terlalu memaksakan apabila menyandingkan AHY ke Prabowo.
"Dia belum pernah punya pengalaman dalam mengurus negeri ini. Belum punya jabatan dalam pemerintah. Baru tentara biasa, jadi kepala kodim saja belum pernah," ucapnya kepada wartawan, Sabtu (14/7).
"Jangan main-main ini mimpin negara, masa sama anak begitu. Misalnya Prabowo terpilih, AHY jadi cawapres lah gimana, masa anak boncel gitu ngurus negeri. Jadi ancur negeri ini," ujarnya.