Fadli Zon nilai Jokowi lakukan politik kebohongan karena ingkar janji kampanye
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengomentari ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengimbau para politisi untuk menghentikan politik kebohongan. Menurut dia, Jokowi sedang menyindir diri sendiri.
"Saya kira dia sedang menyindir dirinya sendiri yah. Mungkin dalam rangka refleksi kali," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10).
Fadli menilai, justru selama ini Jokowi yang sering melakukan politik kebohongan. Sebab, Jokowi tidak menunaikan janji-janji kampanyenya selama menjabat sebagai Presiden.
"Kebohongan adalah orang yang membuat janji-janji kemudian janji itu tidak ditepati. Itu namanya politik kebohongan. Dan itu mudah sekali dilakukan dalam empat tahun selama menjabat ya saya kira ini sudah tepat empat tahun, banyak sekali janji-janji itu yang tidak ditunaikan," ungkapnya.
"Dan itu mudah sekali dilakukan dalam empat tahun selama menjabat ya saya kira ini sudah tepat empat tahun, banyak sekali janji-janji itu yang tidak ditunaikan. Itulah yang namanya politik kebohongan," ucapnya.
Fadli menilai selama empat tahun menjabat Jokowi dan JK belum memenuhi janji kampanyenya. "Tidak menjalankan janji, amanah, target yang dibuat sendiri. Pertumbuhan janji 7% tidak terpenuhi kemudian diturunkan 5% yang tercapai 4,9%," ujar Fadli.
Secara ekonomi, Fadli juga menyoroti soal kenaikan rupiah dan harga bahan pokok. "Secara ekonomi pemerintah tidak mampu mengendalikan rupiah kita terhadap uang asing," ungkap dia.
Dia mengungkapkan masyarakat turut mengeluh. "Harga-harga naik, daya beli lemah, lapangan kerja susah dan terbukti banyak PNS yang daftar sampai jutaan," tuturnya.
Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu program yang gencar dilaksanakan. Namun, menurut Fadli, itu masih kurang, karena para pendahulu Jokowi juga melakukan hal serupa.
Di sisa masa pemerintahannya, Fadli menilai Jokowi akan sibuk karena maju dalam Pemilihan Presiden 2019 dengan Ma'ruf Amin. "Tidak bisa dalam setahun ini sudah sibuk sama politik kok yang bersangkutan," tutupnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, pesta demokrasi harus diwarnai adu gagasan dan program. Jokowi tidak ingin kontestasi politik dah politik politik kebohongan.
"Kita harus akhiri politik kebohongan, politik yang benar sendiri," ucapnya lantang saat memberikan acara dalam acara HUT ke-54 Golkar di Hall D2, Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Minggu (21/10). (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya