Dosis kedua vaksinasi Covid-19 untuk para tenaga kesehatan (nakes) di Solo mulai disuntikkan hari ini. Penyuntikan pertama dilakukan untuk tokoh masyarakat, di antaranya Ketua DPRD dan Sekda Kota Solo, Ahyani, di RSUD Bung Karno, Pasarkliwon, Kamis (28/1).
"Mudah-mudahan kondisinya lebih stabil.Namanya hal yang baru, kan pasti perlu belajar. Dari pengalaman selama 14 hari, dijadikan referensi untuk nanti kita bekerja di tahap 2, 3 dan 4. Saya kira untuk vaksinasi kedua ini teman-teman sudah lebih lanyah (lancar) daripada kemarin," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih.
Siti menilai, keikutsertaan para tenaga kesehatan di Solo untuk menjalani vaksinasi sangat tinggi. Dia juga bersyukur, dukungan dari fasilitas kesehatan (faskes) milik swasta terhadap program vaksinasi tersebut juga sangat baik.
Siti menambahkan, untuk memperlancar proses vaksinasi, pihaknya tidak memberlakukan lagi e-tiket untuk para nakes. Menurutnya dengan menerapkan persyaratan e-tiket, hal tersebut akan memperlambat proses vaksinasi.
"Sekarang terakhir kita enggak usah pak e-tiket. Orasah nunggu e-tiket, kesuwen (kelamaan), enggak rampung-rampung (selesai). Selak mlayu (keburu lari)," tandasnya.
Siti menambahkan, vaksin dosis kedua bagi para nakes tersebut telah sampai di Kota Solo beberapa hari lalu. Sementara jatah untuk Kota Solo lebih banyak daripada jumlah untuk vaksinasi pedana dua pekan lalu.
"Untuk kedua ini kita mendapat 11.500 dosis. Tahap pertama kemarin untuk 10.620 nakes. Tapi dari data Kementerian Kesehatan ada tambahan nakes sebanyak 425 nakes," terang Siti.
Karena itu, lanjut dia, Kota Solo membutuhkan 11.470 vaksin Sinovac. Dengan kiriman 11.500 dosis untuk vaksinasi kedua, sisanya akan digunakan sebagai vaksin cadangan.