Tiga bulan, Polres Siak tangkap puluhan pengedar narkoba menyasar remaja

Modusnya bermacam-macam, awalnya memberikan gratis kepada pelajar, kemudian setelah kecanduan barulah dijual. Pelaku menyasar remaja sebagai pembeli narkoba. Karena itu mereka kerap membawa narkoba dalam jumlah sedikit.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Tiga bulan, Polres Siak tangkap puluhan pengedar narkoba menyasar remaja
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Dalam kurun waktu tiga bulan, Januari-Maret 2018, Satuan Reserse Narkoba Polres Siak menangkap 30 orang tersangka narkoba. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya merupakan perempuan yang ikut terlibat dalam peredaran narkoba jenis sabu.

"Seluruh tersangka kita tahan untuk kepentingan penyidikan. Barang bukti total dari semua tersangka sebanyak 28,32 gram dan sebutir pil ekstasi. Sebagian lainnya sudah dimusnahkan," ujar Kasat Narkoba Polres Siak AKP Herman Pelani kepada merdeka.com, Senin (26/3).

Herman menjelaskan, penangkapan terhadap 30 tersangka narkoba itu dilakukan polisi di lokasi dan waktu yang berbeda. Ada yang sebagai pemakai, namun didominasi pengedar.

"Ya bermacam-macam peran para pelaku ini, ada yang mengaku sebagai pemakai saja, ada kurir, juga pengedar. Mereka rata-rata mengedarkan narkoba ke anak-anak remaja, itu yang sangat berbahaya," ucap Herman.

Selain narkoba, Herman dan anak buahnya juga menyita barang bukti berupa dua unit mobil pribadi yang digunakan pelaku untuk transaksi. Serta lima unit sepeda motor dan 21 unit telepon genggam.

Para pelaku tidak ada yang melakukan perlawanan saat ditangkap. Mereka juga tidak memiliki senjata api. Para pengedar ini mengincar remaja dan anak muda di Kabupaten Siak sebagai pelanggannya.

"Modusnya bermacam-macam, awalnya memberikan gratis kepada pelajar, kemudian setelah kecanduan barulah dijual. Ini sangat membahayakan generasi penerus bangsa,” terang Herman.

Herman menjelaskan, pelaku menyasar remaja sebagai pembeli narkoba. Karena itu mereka kerap membawa narkoba dalam jumlah sedikit.

"Sedikit atau banyak jumlah barang bukti, tetap saja narkoba membahayakan pemakainya, dan kita akan terus mengawasi anak-anak muda di Siak agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkoba. Sudah beberapa kali kita masuk ke sekolah memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, bahkan hingga ke pegawai pemerintahan," ucap Herman.

Rekomendasi