Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sebut PAUD di Tangerang Tak Ditutup, Camat Berdalih Kunci Terbawa Pejabat RW

Sebut PAUD di Tangerang Tak Ditutup, Camat Berdalih Kunci Terbawa Pejabat RW PAUD di Posyandu Anyelir Tangerang ditutup pengurus RW. ©2021 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Camat Karang Tengah, Tangerang, Malkan Al Masqo buka suara terkait penutupan sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Perumahan Griya Kencana I, RW 04, Kelurahan Pedurenan. Dia berdalih ruangan itu tidak sengaja tertutup karena kuncinya terbawa pejabat RW.

"Sebenarnya bukan ditutup, karena kurang komunikasi antara yang bawa kunci sama ibu-ibu PAUD. Insyaallah, karena ini hanya kunci saja. Kalau ada kunci, kita langsung coba buka dan klir lah besok. Cuma kurang komunikasi saja antara pengurus PAUD dengan RW di sini," kata Malkan di Perum Griya Kencana I, Kota Tangerang, Kamis (18/11).

Sebelumnya, belasan siswa tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di ruangan PAUD yang bertempat di ruangan Posyandu Anyelir di Perumahan Griya Kencana I. Pengurus PAUD menyatakan ruangan itu ditutup karena pengurus RW meminta uang lingkungan sebesar Rp750 ribu.

Dia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak PAUD dan pengurus lingkungan setempat. Namun saat ini ketua RW sedang tidak berada di lingkungan itu, karena sedang berkegiatan di Puncak, Bogor.

"Sepakat bahwa semua akan PTM kembali, belajar lagi. Sebenarnya enggak ada masalah, belajarnya kan tidak harus di ruangan. Di lapangan terbuka enggak apa-apa. Yang pasti kan baru dua hari PTM di PAUD ini. Hari pertama masih belum klir dan insyaallah hari kedua sudah selesai," ungkapnya.

Sementara itu, mengenai uang sebesar Rp750 ribu yang diduga diminta oknum pengurus RW, Camat Karang Tengah menyatakan akan menelusuri informasi itu.

"Saya juga belum jelas, nanti kita coba cek kembali apakah bener ada pungutan atau cuma akan segeralah kita selesaikan urusan ini," ungkap dia.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dinas Pendidikan Kota Tangerang Hendri memastikan kegiatan PTM terbatas di PAUD itu akan terus berjalan. "Terkait pembelajaran di PAUD ini kita usahakan akan tetap melakukan PTM, bisa di dalam ruangan bisa di luar. Karena memang metode-metode di PAUD ini bermacam-macam. Bisa metode pembelajaran alam, lingkungan dan lain hal," ucapnya.

Terkait adanya pelarangan, pihak Dindik Kota Tangerang menyerahkan kepada perangkat daerah setempat untuk menyelesaikannya. Mediasi antara pihak terkait akan dilaksanakan besok.

"Justru ranahnya itu, makanya saya tidak langsung datang ke lokasi, saya berkoordinasi dulu dengan Pak Camat dan Pak Lurah setempat karena terkait oknum RW," jelas dia.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP