Sakit, Briptu Rani tak hadiri sidang Kode Etik Polri

    Reporter : Moch. Andriansyah | Jumat, 14 Juni 2013 18:10

    Sakit, Briptu Rani tak hadiri sidang Kode Etik Polri
    briptu rani. ©Istimewa

    Merdeka.com - Briptu Rani Indah Yuni Nugraini tidak bisa menghadiri sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang sedianya digelar Polda Jawa Timur hari ini, Jumat (14/6). Polwan yang membeberkan perlakuan negatif Kapolres Mojokerto, AKBP Eko Puji Nugroho, itu diketahui sedang sakit.

    Kabar soal Briptu Rani itu disampaikan nenek, ibu, paman dan adiknya sambil menunjukkan surat keterangan sakit dari rumah sakit jiwa di Bandung. Hal ini sangat disayangkan pihak Polda Jawa Timur.

    "Namun ketika dimintai keterangan yang bersangkutan tidak nongol, justru membuat opini sendiri, bagaimana kita bisa meluruskan masalah ini," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, AKBP Awi Setiyono.

    Awi menjelaskan, Briptu Rani sedianya akan disidang untuk dua kasus. "Yang pertama sidang pelanggaran disiplin, dan yang kedua terkait tuduhan pada pimpinannya yaitu Kapolres Mojokerto (tuduhan pelecehan seksual). Dan itu menjadi kasus tersendiri," terangnya.

    Awi melanjutkan, proses penyidikan masih terus berjalan sampai Briptu Rani memberi keterangan. Propam Polda Jatim juga sudah memanggil dan memeriksa Kapolres Mojokerto.

    "Kita memang belum mengungkap hasil pemeriksaan itu, nanti kalau Briptu Rani sudah bisa hadir, semuanya akan kita ungkap," elak perwira dengan dua melati di pundak ini.

    Selain itu, lanjut Awi, jika Briptu Rani tetap tidak hadir memenuhi panggilan Polda Jawa Timur dan terus membuat opini di masyarakat, Mojang Bandung Bogor 18 Juni 1988 ini bisa dikenakan sanksi tegas berupa pemecatan tidak hormat.

    "Dan jika Kapolres Mojokerto ingin menuntut balik Briptu Rani, itu sah-sah saja. Wong yang bersangkutan tidak bisa membuktikan tuduhannya, justru membuat opini sendiri," tandas dia.

    Diberitakan sebelumnya, setelah menghilang selama lima bulan, Briptu Rani muncul dan memberi keterangan soal pelariannya dari Mojokerto ke Bandung. Selanjutnya, setelah mengetahui Briptu Rani muncul, Polda Jawa Timur berniat menggelar sidang KKEP dengan menghadirkan janda satu anak tersebut. Namun, dia tidak bisa hadir lantaran sakit.

    Nenek Briptu Rani, Hj Dermawan Nasution pernah marah-marah dan memaki polisi. Dia mengatakan polisi preman dan telah melecehkan cucunya. Nenek itu memaki sembari melepas kerudungnya. Dia juga memegang dadanya seolah menunjukkan aksi pelecehan yang telah dilakukan Kapolres Mojokerto terhadap cucunya.

    [ren]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






    BE SMART, READ MORE
    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Mabua Harley sebut tak dihargai pemerintah soal pajak 300 persen
  • Lapas Bolangi disidak, polisi temukan ekstasi milik napi kakak adik
  • Ketahui, kurang tidur sembunyikan 5 bahaya ini bagi tubuh
  • Dibanding wanita, pria habiskan lebih banyak uang untuk beli baju
  • Kapolri belum kirim surat izin periksa Masinton ke Jokowi
  • Meski badan tak six pack, Kemal Palevi pede jadi superhero
  • Gara-gara heboh stiker gay, Aa Gym stop pakai Line
  • Pesawat tempur baru beli bisa jatuh, Luhut minta jangan spekulasi
  • Kebijakan pemerintah jadi penyebab tutupnya Mabua Harley Davidson
  • Maksimalkan pengawasan, Bawaslu & DKPP bakal dilebur jadi satu
  • SHOW MORE