Saat Jokowi Mengaku Kalah dengan Gibran dan Kaesang
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi merasa bangga dengan anak-anaknya telah berhasil dan sukses membangun bisnis sendiri. Terlebih kedua putranya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep berhasil membangun usaha di bidang kuliner tanpa membawa nama besar orangtuanya. Kesuksesan yang diraih adalah buah dari kerja keras dan prinsip yang diajarkan langsung oleh Jokowi.
Jokowi memuji langkah anaknya yang lebih memilih bisnis dari nol tanpa bantuan orangtua. Berikut cerita Jokowi yang mengaku kalah dengan bisnis anak-anaknya:
Jokowi: Dibanding Anak-Anak, Saya Kalah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Jokowi memuji bisnis kedua putranya, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep yang terus berkembang. Jokowi juga mengakui kalah unggul dari putranya di bidang usaha. Dia mengatakan saat ini bisnis anaknya, Kaesang sudah membuka 54 cabang usahanya di Tanah Air.
"Kalau seumuran Gibran, Bobby, Kaesang, saya kalah dulu umur-umur seperti ini (bisnis saya) masih kecil sekali. Masih merintis dan sulit sekali mendapatkan modal sangat sulit, karena enggak ada agunan, belum mendapatkan kepercayaan. Itu dulu yang saya bangun adalah kepercayaan," kata Jokowi.
"Sekarang contoh Kaesang, sudah dalam waktu yang sangat cepat sudah membangun sampai 54 cabang. Saya saat itu belum ada apa-apanya. Jadi kalau Kalau dibandingkan dengan anak-anak, saya ngaku saja bisnis saya kalah, tapi di pemerintahan saya menang," kata Jokowi.
Brand Martabak Lebih Terkenal
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada momen lainnya, Jokowi juga pernah memuji bisnis anaknya. Seperti diketahui, Jokowi sendiri sebelum terjun dalam politik, ia adalah seorang pengusaha mebel.
Namun, bisnis yang dirintis Jokowi tak diteruskan oleh anak-anaknya. Gibran dan Kaesang malah merintis bisnis sendiri.
"Hanya dalam rentang waktu lima tahun brand value pabrik kayu yang saya bangun ternyata sudah kalah jauh dari brand value martabak milik Gibran. Merek usaha martabak Gibran nilainya lima kali lipat dari merek pabrik kayu saya," kata Jokowi.
Dididik Mandiri
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJokowi telah mendidik anak-anaknya untuk mandiri, dia mengatakan prinsip kemandirian menjadi penting agar apapun yang dilakukan baik itu dalam bidang usaha bisa kokoh. Hal ini yang membuat usaha-usaha anaknya sukses.
"Artinya seperti membangun namanya mereka sendiri, membangun usahanya mereka sendiri. Karena kalau dilakukan sendiri dan dimulai dari 0 itu pasti ada lubang besar, meskipun akan pontang panting tapi akan lebih kokoh dibanding kita suntik-suntik akan justru melemahkan anak itu sendiri. Prisip kemandirian biar kadang mereka sulit jalani saja kadang kesulitan itu akan membangun sebuah kekokohan," jelasnya.
Menularkan Jiwa Entrepreneur
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSementara itu, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, sebetulnya Ayahnya telah berhasil menularkan jiwa entrepreneur kepada anak-anaknya. Buktinya kedua putra bisa mengekspansi usaha ke pelbagai daerah di Indonesia.
"Jadi memang yang namanya pengusaha itu sukses tidaknya bukan karena aset, omzet, jumlah pegawai, jumlah cabangnya. Tapi bagaimana seorang pengusaha itu bisa menularkan jiwa-jiwa entrepreneur kepada anak-anak yang lebih muda," kata Gibran.
Gibran mengakui dia dan sang adik memulai usaha di usia sangat muda ketimbang Jokowi. Gibran membuka usaha kuliner saat menginjak umur ke-23. Sementara Kaesang memulai usaha sebelum 20 tahun. Dia juga menambahkan Jokowi selalu mendidik putra putrinya untuk hidup mandiri. Termasuk diajarkan tidak mengandalkan nama orang tua dalam mengembangkan bisnis.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya