Perampok dan pemerkosa karyawati terancam 15 tahun bui

Reporter : Yan Muhardiansyah | Selasa, 19 Juni 2012 18:20




Perampok dan pemerkosa karyawati terancam 15 tahun bui
ilustrasi penjara. sxc.hu

Merdeka.com - Syahrial alias Rial (28), terancam hukuman 15 tahun penjara. Warga Jalan Rumah Potong Hewan, Medan ini didakwa melakukan perampokan dan pemerkosaan terhadap karyawati yang baru pulang kerja.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (19/6), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irma Hasibuan menyatakan Syahrial telah melanggar Pasal 328 KHUP tentang Penculikan, Pasal 285 tentang Pemerkosaan, dan Pasal 365 ayat 1 tentang Pencurian dengan Pemberatan.

"Dia terancam sekitar 15 tahun penjara," kata Irma seusai persidangan.

Aksi Syahrial bermula dari pelataran parkir basemen Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Medan, pada 8 Februari 2012 sekitar pukul 21.30 WIB. Dia tiba-tiba memasuki mobil Toyota Avanza BK 1720 QA yang baru dinaiki Juliana, warga Jalan Brigjen Katamso, Kampung Baru, Medan. Karyawati swasta ini baru pulang bekerja.

Setelah berhasil masuk, Syahrial mencekik leher Juliana menggunakan kedua tangannya.Dia kemudian mengancam akan membunuh korban jika nekat berteriak. "Terdakwa mengatakan, 'aku hanya butuh Rp 2 juta', lalu korban menyatakan 'ambil saja uangku di tas, tapi jangan bunuh aku karena anakku masih enam bulan'," kata Irma dalam dakwaannya.

Syahrial kemudian mengikat tangan dan kaki Juliana menggunakan ikat pinggangnya dan ikat pinggang korban. Dia kemudian mengambil uang tunai Rp 8 juta milik perempuan itu.

Menggunakan mobil Juliana, Syahrial membawa perempuan itu ke arah Hamparan Perak, Deli Serdang. Saat itu korban sempat mengirimkan SMS berisi tulisan, 'tolong' dan 'tandem' (nama wilayah tak jauh dari Hamparan Perak) kepada suaminya Haryono.

Syahrial menghentikan mobil di kawasan perkebunan tebu di Hamparan Perak. Dia kemudian memerkosa korban di dalam mobil.

Selanjutnya, polisi berhasil menangkap Syahrial setelah melacak handphone korban. Dia ditangkap dini hari pada 9 Februari.

Saat persidangan berlangsung, seorang perempuan muda bersama dua anak kecil dan seorang bayi hadir di ruang sidang. Salah seorang anak sempat berteriak, "Ayah minta duit."

Karena anak-anak itu berisik, Majelis Hakim yang dipimpin Agus Setiawan sempat memerintahkan agar perempuan muda yang menggendong bayi itu membawa mereka ke luar ruangan. Dia menurut.

Selanjutnya, sidang berlangsung tertutup ketika dakwaan perkosaan dibacakan. Setelah semua dakwaan dibacakan, hakim menutup sidang dan menyatakan akan melanjutkannya pekan depan.

Pengakuan ayah bejat yang setubuhi anak kandung
Guru tega nodai anak kandung berusia 7 tahun
Pemerkosa gadis tuna wicara di Jambi dibekuk polisi
Di tengah asap kemenyan, dukun cabuli gadis 24 kali
Pemerkosa mengaku lebih nafsu dengan anak kecil
Protes pemerkosaan, lelaki India demo pakai rok
Bocah India diperkosa di toilet sekolah

[did]

KUMPULAN BERITA
# Pemerkosaan# Perampokan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER

LATEST UPDATE
  • Lumpuh, main game pakai mulut, pria ini inspirasi gamers sejagat
  • 6 Tips sederhana ini bisa lindungi anak-anak di jejaring sosial
  • 5 Acara ini wajibkan pesertanya bugil
  • 7 PSK ABG warung kopi di Jembrana diciduk Satpol PP
  • 8 Aktor tua yang tetap tampan dan imut-imut
  • Dari aktris, Nadia Saphira beralih jadi pengacara handal
  • Afrika Selatan tutup masjid pendukung kaum gay
  • Suarez dipastikan tampil lawan Indonesia U-19
  • PDIP optimis MK putuskan gugatan UU MD3 sebelum 1 Oktober
  • Tak dapat izin masuk Gaza, delegasi DPR terpaksa pulang
  • SHOW MORE