Jelang pelarangan mudik Lebaran 6 hingga 17 Mei 2021, peningkatan penumpang terjadi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi Jawa Timur dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, sejak Jumat (30/4). Kenaikannya sekitar 50 persen dan didominasi pengendara roda dua.
"Kalau dibandingkan tahun lalu ada peningkatan. Kalau, dari tahu lalu dengan posisi yang sama pandemi itu naiknya sekitar 50 persen. Karena tahun lalu ada pembatasan, tapi ini sebelum larangan," kata GM ASDP Ketapang Suharto saat dihubungi, Senin (3/5).
Kendati penumpang meningkat, tidak ada antrean di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. "Tidak kayak tahun yang lalu, tahun lalu banyak yang kejebak tidak bisa keluar, ada yang memaksa. Kalau yang sekarang ini semua pada memenuhi persyaratan rapid test dan GeNose C-19," imbuhnya.
Dia memprediksi puncak penumpang yang akan menyeberang akan terjadi hingga Rabu (5/5). Arus balik diperkirakan akan terjadi dari Jumat (21/5) hingga Kamis (27/5).
"Saat ini, normal-normal saja, tidak ada antrean tapi ada peningkatan cuma sekarang posisinya kapal menunggu muatan. Kalau untuk mudik puncaknya ini tanggal 4 atau 5 (Mei), setelah larangan nanti. Mungkin di 21 dan 27 (Mei) arus baliknya," jelasnya.
Sementara itu, pembelian tiket secara online masih dibuka di masa larangan mudik. Layanan itu dikhususkan untuk calon penumpang yang mendapat pengecualian sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.
"Masih dibuka khusus untuk yang pengecualian dari SE 13, kalau yang untuk umum tidak dilayani. Jadi nanti kalau membuka di online itu sudah ada notifnya itu bahwa tiket online hanya digunakan oleh orang-orang yang dikecualikan di SE 13," jelasnya.
"Apabila, nekat ya ditolak dan (putar balik), ada satgas juga yang memeriksa dokumen sesuai tidak dengan persyaratan. Kalau tidak sesuai dengan persyaratan dari pihak satgas, putar balik," ujarnya.
Selain itu, pihak Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk telah menyediakan fasilitas GeNose C-19 dengan tarif Rp 40.000 yang bekerja sama dengan Kimia Farma.
Dia juga menyebutkan, seandainya nanti ada lonjakan penumpang, pihaknya tentu telah mengantisipasinya untuk menambah armada kapal dan bekerja sama dengan pihak lainnya agar tidak terjadi antrean atau orang yang berkerumun.
"Kita kerahkan semua kapal. Kapal ada 48 semuanya yang beroperasi 32 unit. Artinya kalau memang lonjakan bisa kerahkan semuanya," ujar Soeharto.